Thursday, November 4, 2010

Tips Belajar Orang Yahudi


Kita telah mengenal bangsa Yahudi sebagai bangsa yang cerdas. Kita mengetahui bahwa mereka hampir menguasai seluruh bidang seperti pendidikan, media, ekonomi, hiburan, dan lain sebagainya. Dari poin tersebut telah banyak muncul pertanyaan dan juga penjelasan, mengapa mereka bisa sedemikian cerdas. Saya telah membaca salah satu buku yang juga mengulas tentang hal tersebut. Buku tersebut berjudul “Jerome Becomes Genius, Mengungkap Rahasia Kecerdasan Yahudi”, sebuah buku tulisan Eran Katz.
Eran Katz sendiri merupakan seorang Yahudi yang juga memegang Guinness Book of World Record for Memory Stunts sebagai orang yang mampu mengingat banyak hal dengan kecepatan super tinggi. Di sini Eran memperkenalkan suatu kerangka berpikir yang sederhana dan mudah diikuti tentang cara para rabi (pendeta Yahudi) ataupun tokoh Yahudi menanamkan kebijakan mereka kepada masyarakat umum.
Perlu anda ketahu bahwa hal yang akan saya ulas di sini adalah poin-poin penting atau ringkasan dari kesimpulan yang saya dapat dari membaca buku tersebut. Baiklah, kita mulai saja.
15 Saran dan Teknik Yahudi untuk Mengembangkan Daya Ingat yang Luar Biasa.
  1. Bersandarlah pada daya ingat anda, dan yakinlah padanya.
  2. Tulislah dengan jelas, pakailah tinta hitam di atas kertas putih.
  3. Belajarlah bersama seorang hevrutah (pasangan belajar), dengan suara keras dan bernada.
  4. Belajarlah ketika sedang berjalan atau bergerak bolak-balik. Lakukan itu dengan hati gembira.
  5. Belajarlah di tempat yang menginspirasi anda, sebuah tempat yang agan inginkan.
  6. Hindari gangguan-gangguan yang hanya akan mengalihkan perhatian anda.
  7. Gunakan teknik-teknik konsentrasi, yaitu doa, sebuah lagu, atau hal-hal memotivasi lainnya.
  8. Mulailah belajar dengan membaca sesuatu yang ringan dan menarik.
  9. Lebih baik belajar dua jam ketika anda sedang penuh energi daripada belajar selama lima jam ketika anda sedang kelelahan.
  10. Ketika anda belajar, naikilah gelombangnya dan mengalirlah bersama materinya. Ketika anda kehabisan energi , istirahatlah dan biarkan pikiran anda beristirahat sepenuhnya.
  11. Rangkumlah gagasan dan konsep-konsep dengan menggunakan kata-kata kunci yang akan memicu daya ingat setelahnya.
  12. Ciptakan rangkaian kata-kata kunci dengan menggunakan sebuah cerita yang berkaitan.
  13. Aturlah materi secara logika, dalam kelompok-kelompok, secara kronologis, dan seterusnya.
  14. Gunakan akronim, simbol-simbol yang kontras dan simbol-simbol yang paralel.
  15. Sering-seringlah mengulangi dan berlatih kembali.
*mengutip tulisan Ryan Pangelah

Saturday, September 25, 2010

Cantiknya Keroncong-Ku (Wajah Indonesia)

-->
 “Betapa mudahnya kita menerima kebudayaan baru. Dan begitu mudahnya pula kita melupakan budaya warisan asli bangsa ini.”
-->
Salah satu kebiasaan buruk sebagian masyarakat Indonesia saat ini adalah, tidak menjaga atas apa yang sudah dimiliki nya. padahal tidaklah mudah untuk melahirkan suatu mahakarya budaya indonesia yang sangat istimewa ini. Keroncong menjadi musik yang sangat digemari pada tahun 1950-an. Kehadiran musik keroncong pada saat itu sangat memiliki makna yang mendalam bagi indonesia. karena musik keroncong pada saat itu dianggap sebagai musik pemersatu dari berbagai etnik Indonesia yang pastinya memiliki beragam musik khas daerahnya masing-masing. Sehingga untuk menerima jenis musik dari antar daerah tidaklah mudah, tetapi Keroncong menjadi pahlawan atas polemik yang terjadi pada saat itu.
Mungkin hampir semua bangsa indonesia pernah mendengar salah satu lagu keroncong yang sangat populer namanya hingga saat ini, yaitu Bengawan Solo. Yang merupakan buahkarya yang monumental dan abadi dari seorang seniman yang bernama Gesang. Ya, beliau adalah seniman Indonesia yang mampu menghasilkan karya musik keroncong hingga mendunia. Betapa bangganya Ibu Pertiwi pada beliau yang bisa memperkenalkan budaya indonesia kepada dunia melalui musik. Namun rasa bangga ini tidak dirasakan dan dimiliki oleh seluruh generasi muda Indonesia sekarang. 
Alunan musik keroncong yang sangat harmonis dan sangat menetenteramkan hati ini, ternyata masih belum mendapatkan posisinya dibelantika musik Indonesia. Musik keroncong terasa redup dan tidak bersinar lagi karena terus tergerus oleh arus globalisasi dan modernisasi ini. Pengaruh dari dua arus tersebut sangat besar efeknya. Yang pada kenyataannya sebagian masyarakat indonesia lebih cenderung menyukai musik modern budaya barat yang kini lebih mewarnai nuansa musik di Indonesia. apalagi kebanyakan pelakunya adalah anak muda.
Di lain sisi, ternyata tidak hanya alunan musiknya saja yang bagus. Tetapi kandungan yang dibawa dari musik keroncong itu sendiri juga membawa pesan moral dan perjuangan nilai luhur budaya bangsa.  Tapi mengapa musik budaya barat lebih banyak diminati dan dikembangkan ketimbang budaya asli Indonesia salah satunya adalah Keroncong. Saya menjadi bertanya-tanya sendiri, apakah karena lagu-lagunya kurang enak didengar? Atau mungkin karena keroncong merupakan musik asli dari tanah jawa yang kemudian dalam menyanyikan lagunya juga memakai bahasa asli Jawa sehingga penikmat musik yang tidak mengerti bahasa jawa akan bingung mendengar maksud arti lagu tersebut.
Melangkah jauh daripada itu, musik keroncong pun juga semakin berkembang seiring berjalannya waktu dan zaman. Dan sedikit bercerita, pernah ketika saya melakukan perjalanan sendirian ke kota Solo sekitar empat minggu lalu. Mencoba menikmati keindahan malam dan keramahan kota Solo sambil berjalan kaki, tak sengaja saya melewati jalan yang ditutup karena tempat tersebut menjadi pagelaran Solo Keroncong Festival. Tidak berpikir panjang saya langsung memasuki area festival tersebut dan cukup ramai oleh masyarakat kota Solo dan penikmat musik keroncong. Apa yang saya rasakan ketika mendengar alunan musik keroncong itu? Saya langsung merinding mendengarnya, bukan karena tidak enak tetapia kekuatan dari musik keroncong itu sendiri bisa membuat saya kagum karena keharmonisan musik keroncong yang sangat indah ketika mendengarnya. Dan acara festival keroncong tersebut diramaikan oleh para penyanyi top keroncong dan pegiat musik keroncong di seluruh indonesia, seperti Waljinah, Mus mulyadi, Iin Indrayani, dan HAMKRI (Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia). salah satu anggota HAMKRI dari sumatera dimana mereka tetap memainkan instrumen keroncong tapi mereka juga membawa ciri khas budaya aslinya yaitu dengan memainkan instrument keroncong dengan bahasa asli Sumatera dan ditambah alat musik asli dari daerah sana. Dan apa yang bisa saya katakan? Musik keroncong tetap tidak kehilangan warna musiknya walaupun sudah dibawakan dengan bahasa,lagu daerah yang berbeda namun musik keroncong tetap santun, lembut, harmonis di dengar telinga. Bahkan pegiat musik keroncong sekaligus pengisi ada dari luar Indonesia yaitu dari Malaysia dan Singapura.
Singkat cerita saya diatas, bahwa negara lain saja pun menyukai musik keroncong Indonesia bahkan mereka mempelajarinya juga. Jika kondisi ini terus berlangsung dan dibiarkan entah sampai kapan bangsa ini masih mempunyai harga diri dan bermartabat. Bisa-bisa warisan budaya kita yang istimewa ini bisa hilang dan punah karena tidak ada yang meneruskannya.
Harapannya , anak muda sekarang mulai membuka,mata,hati dan telinga nya masing-masing. Ini loh kebudayaan asli Indonesia yang tidak terkira keindahannya. Coba kita mulai sekarang mencari dan mengoleksi lagu-lagu keroncong dan mulai mengurangi mendengarkan musik budaya barat. Bukan berarti kita tidak mengikuti perkembangan musik luar, hanya saja penting rasanya bila  Anak muda juga tidak perlu khawatir karena musik keroncong itu terbatas aliran musiknya. Tidak, sekarang musik keroncong sudah bisa dipadukan dengan jenis aliran musik lain seperti keroncong pop, keroncong dangdut, dan keroncong rock. Walau telah dipadukan, keroncong tetaplah keroncong dengan ciri khas nya. Musik keroncong sebagai identitas bangsa, bahkan sudah menjadi wajah Indonesia. sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan krisis rasa memiliki warisan budaya asli Indonesia kemudian melestarikannya karena bagaimanapun kita sebagai anak bangsa memiliki kewajiban penuh untuk itu dan sebelum memulai melangkah menuju sebuah harapan, menggelorakan semangat ke-Indonesia-an itu harus terus kita tanamkan. Dan secara sederhana mari kita katakan “MUSIK KERONCONG INDONESIA ITU ASIIKKK YAAHH”.

*tulisan ini pernah dilombakan dan juara 1 pada lomba essay yang diselenggarakan BEM FIA UB 2010

Thursday, September 2, 2010

Sajak Pertemuan Mahasiswa

Oleh : W.S. Rendra





Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.
Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini memeriksa keadaan.
Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”
Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”
Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.
Tentu kita bertanya : “Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”
Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?
Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Malam akan tiba. Cicak-cicak berbunyi di tembok.
Dan rembulan akan berlayar.
Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.
Dan esok hari matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.
Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.
Atau masuk ke sungai menjadi ombak di samodra.
Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita berdiri di pihak yang mana !
Jakarta 1 Desember 1977
Potret Pembangunan dalam Puisi
Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta, dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta”, yang disutradarai oleh Sumandjaja.
sumber : Nusantaranews
Kiprah WS Rendra sebagai penyair, dramawan, budayawan, dan pengkritik sosial terkemuka Indonesia kontemporer, akan terus dikenang. Kritik sosial Rendra yang dituangkan dalam puisi dan drama akan terus mengentak untuk jangka panjang, sekalipun Burung Merak ini sudah terbang tinggi ke balik cakrawala hari Kamis dalam usia 74 tahun. Pengaruh karya seninya akan jauh melewati batas usianya, lebih-lebih karena memang karya seni itu abadi sementara hidup manusia pendek, ars longa, vita brevis . Sebagai kenangan atas jasanya dalam dunia susastra Indonesia dan kevokalannya melakukan kritik sosial. (Kompas).

Sunday, August 29, 2010

Terlukainya Kebebasan Pers*

* Kebebasan pers adalah bagian dari hak asasi manusia. UUD 45 pasal 28 berbunyi: “Setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.”

Mahasiswa merupakan golongan masyarakat yang mendapatkan pendidikan tertinggi serta memiliki wawasan yang luas untuk bisa bergerak diseluruh aspek kehidupan dan merupakan generasi yang bersinggungan langsung dengan kehidupan akademis dan politik kampus. Dalam tataran kehidupan kampus terdapat LKM (Lembaga Kedaulatan Mahasiswa) yang merupakan representasi dari mahasiswa. Dii sini LPM DIANNS sebagai salah satu lembaga otonomi fakultas yang ada di LKM FIA UB. Yang bergerak dalam ranah Pers Mahasiswa yang berfungsi sebagai penyampai informasi publik. Selain itu pers mahasiswa juga memiliki kewajiban dalam kontrol sosial di lingkungan kampus.

Mengapa sebagai kontrol sosial dan pemberi informasi? Karena di perguruan tinggi memang membutuhkan adanya saluran informasi terkini untuk mengetahui apa yang tengah terjadi dan penyikapan sesuatu hal yang sedang berlangsung di lingkungan kehidupan kampus.

Cukup prihatin sekali melihat kondisi kegiatan pers mahasiswa LPM DIANNS dalam hal peliputan PKK MABA di FIA UB. Misalkan, untuk meminta wawancara saja hanya bisa dilakukan di luar area steril hanya dapat dilakukan dengan Ketua Pelaksana saja, sedang panitia lain tidak bisa dikonfirmasi. Padahal reporter membutuhkan narasumber dari berbagai pihak untuk melengkapi isi berita. Tidak hanya itu, untuk pengambilan foto pun juga dilarang. Pembatasan ini tidak hanya dalam mendapatkan akses informasi, namun juga dalam hal mempublikasikan media cetak yang telah kami terbitkan pun juga dibatasi. Bahkan, bahkan kondisi ini mendapat dukungan dari Pembantu Dekan III. Artinya, pimpinan fakultas pun turut melukai kebebasan pers . Telah jauh-jauh hari, mereka kompak mewacanakan agar seluruh maba tidak menerima “selebaran”. Padahal, selebaran yang kami sajikan adalah media cetak yang justru membantu panitia untuk memberikan akses informasi pada mahasiswa baru.

Mengapa kebebasan pers di FIA untuk mendapatkan informasi dibatasi?. Padahal di lain tempat, kebebasan pers mahasiswa di UB seperti, LPM SOLID di fakultas TEKNIK kondisinya lebih baik daripada kondisi di FIA. Mereka bisa meliput secara leluasa termasuk juga dalam penyebarannya.

Media informasi yang diterbitkan oleh LPM DIANNS adalah bulletin RADIKAL tersebut merupakan info seputar PKK MABA 2010 aktual dan faktual yang bermanfaat bagi mahasiswa baru. Apakah masih pantas apabila bulletin yang kami terbitkan setiap hari selama PKK MABA, kemudian dibagikan pada saat open house (perkenalan Lembaga Otonomi Fakultas) pada hari sabtu tanggal 7 Agustus 2010?

Seyogyanya fungsi LPM DIANNS juga sebagai monitoring dalam pelaksanaan PKK MABA FIA UB. Berkaitan dengan isi berita bulletin RADIKAL yang dikhawatirkan oleh berbagai pihak memiliki unsur provokasi, saya katakan,TIDAK. Mengapa pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan PKK MABA terlalu berlebihan ketakutannya mengenai ruang gerak pers mahasiswa?. Peristiwa ini juga sudah menimbulkan kekecewaan teramat besar bagi seluruh anggota LPM DIANNS yang turut andil dalam proses penerbitan buletin PKK MABA. Saya menilai, suatu bentuk kreativitas dari kawan-kawan LPM DIANNS sudah tidak dihargai lagi. Sepertinya mahasiswa tidak lagi bebas mengekspresikan pendapatnya sebagai intelektual muda. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, sifat kritis dan dinamis pers mahasiswa makin lama makin tumpul keberadaannya.

Friday, July 23, 2010

SKATEBOARDING DAY 2010


Ini dia event sekali dalam setahun yang dirayakan oleh para skateboarder di seluruh dunia yaitu Skateboarding Day yang jatuh pada tanggal 21 Juni.
untuk tulisan kali ini, gue cuma mau nampilin foto2 aja,sob.
untuk event skateboarding day ini, kota Malang juga mengadakan acara yang sederhana aja sih kalo gue bilang. acara yang diselenggarakan oleh MSS (selaku asosiasi komunitas yang ada di malang) ga jauh beda dengan acara tahun sebelumnya. Bertempat di Jln. Panggung IJEN, seluru rider yang ada di malang berkumpul di komunitas skate Panggung. rider2 yang datang ini mewakili dari tiap komunitas diantaranya adalah panggung skate, moskow, SBS skateboarding, Batu skate, Delima skate, Unmu skate, Bakorwil skate, dan Vello skate.

Kegiatan yang dilakukan di event skateboarding day 2010 di kota Malang ini, dimulai dengan keliling2 kota malang mboseh papan dengan rute Ijen-Kawi-melewati MOG,stadion gajayana,museum brawijaya,dan kembali lagi ke jalan panggung.

Kemudian dilanjutkan dengan kompetisi kecil2an, yaitu best trick bange, best trick rail, bestrick box, dan yang terkahir highest ollie.

dari beberapa lomba yang dihadirkan cuma 2 kategori doang yang gue tahu pemenangnya.. untuk bestrick bange di sabet oleh Izad dengan 360flip nya over bange. kemudian higollie disabet oleh bung keceng dengan melewati 9 papan.

acara yang dimulai dari pukul 2 siang ini selesai hingga petang (Sekitar waktu magrib udah selasai)

dan untuk event kali ini, cukup meriah tapi biasa aja, ga ada sesuatu yang istimewa dari acara skateday2010 kota malang.
namun, hal ini menjadi prihatin ketika sebuah wadah untuk minat bakat mereka tidak diapresiasi dengan baik oleh pemerintah daerah kota malang.

Mindset Untung-Rugi


Katanya sih organisasi itu engga penting, udah gitu menyita waktu banget, capek pula. mindset mahasiswa yang tercipta sekarang adalah mindset “untung-rugi” (profit oriented), maksudnya adalah ketika sesuatu hal yang dilakukan selalu ditimbang berdasarkan persepsi untung dan rugi. Jadi apabila dia ikut organisasi, organisasi tersebut bisa memberikan apa pada dirinya. Kalau ikut organisasi ternyata untung dan bisa memberikan sesuatu pada dirinya, maka dia akan ikut organisasi. Tetapi bila tidak, organisasi tersebut banyak merugikan dirinya maka otomatis dia tidak akan mau ikut organisasi.
Belajar itu tidak harus diruangan,menurut petuah bijak. Padahal banyak sekali manfaat yang bisa didapat apabila ikut organisasi kampus. Kita bisa mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat saat kuliah kemudian organisasi kampuslah sebagai fasilitas untuk prakteknya dan mendapatkan ilmu baru yang sebelumnya tidak kita dapatkan dalam perkuliahan. Khususnya pada ilmu non eksakta, sangat penting sekali mahasiswa nya ikut organisasi karena organisasi merupakan laboratoriumnya mahasiswa non eksakta. Berbeda dengan ilmu eksakta yang memiliki laboratoriumnya sendiri sesuai jurusan ilmu masing-masing.
Mahasiswa sekarang ini udah kebanyakan cara berpikirnya jangka pendek yaitu “yang penting gue kuliah yang rajin, nilai kuliah bagus, biaya kuliah sekarang mahal, dan gue harus lulus cepat” . selain itu juga ada plesetan-plesetan yang dibuat yaitu bahwa orang-orang yang ikut organisasi itu nanti dicap “MA” (mahasiswa abadi). Realitasnya tidak seperti itu juga kok,banyak juga mahasiswa-mahasiswa yang ikut organisasi bisa mematahkan pernyataan-pernyataan diatas, artinya mereka-mereka yang ikut organisasi bisa mencapai tujuan hidup nya dengan baik, kuliahnya tidak terganggu, nilai malahan tambah bagus, mudah bergaul dan berinteraksi sosial pula, dan lebih banyak memiliki pengetahuan&pengalaman tentunya. Sepertinya perilaku mahasiswa-mahasiswa sekarang ini minat belajar organisasi nya kurang banget. Rasa ingin tahu mahasiswa juga dirasa kurang, sebutan mahasiswa sebagai agent of change sepertinya juga sudah kandas dalam status mereka dalam artian kebanyakan mahasiswa sekarang tidak mau bersedia untuk membuat/melakukan sesuatu perubahan dan berkontribusi. Penanaman nilai-nilai edukatif dan faktor kultur lingkungan kampus yang tidak optimal sebagai sarana pendidikan belajar organisasi juga tidak kondusif dan tercipta. Akibatnya sekarang ini Indonesia telah kebanyakan sarjana-sarjana “nyengir” yang dikhawatirkan bisa menjadi sampah masyarakat. Sarjana yang tidak memiliki nilai “plus-plus”. Dalam artian tidak memiliki keahlian lebih selain bidang kuliahnya. Apa kata dunia kalau mahasiswa kita sekarang ini tidak kritis, dan takut terhadap tantangan?

SK Bebas Rokok Kurang Efektif

Perlu diketahui bahwa tidak hanya FIA saja yang memiliki Duta, tetapi Fakultas Kedokteran (FK) pun juga memilikinya. Gamal mahasiswa FK jurusan Pendidikan Dokter adalah mahasiswa beruntung yang terpilih sebagai Duta Anti Rokok. Kehadiran Duta Anti Rokok di Fakultas Kedokteran baru ada kira 2 minggu yang lalu. Melihat dari sudut kepentingannya, pilihan yang dilakukan Fakultas Kedokteran dengan hadirnya Duta Anti Rokok tersebut sudahlah sangat jelas. Tentunya mereka akan melakukan suatu kegiatan kerja yang berkaitan dengan rokok.
Menurut Gamal, saat ini jumlah perokok di Indonesia semamin bertambah, khususnya remaja dan anak-anak. “Saya prihatin terhadap fenomena ini,” ungkap Gamal. Selain merugikan diri sendiri, asap rokok juga merugikan orang lain yang tidak menghisap secara langsung. “Apabila hal ini tidak diperhatikan maka sangat merugikan diri sendiri dan orang lain,” imbuh Gamal.
Diperlukan sikap untuk mencegah agar tingkat jumlah perokok di Indonesia tidak terus meningkat. Salah satunya adalah memulai dari lingkup yang terbatas, seperti kampus. Area kampus sebagai sarana pendidikan membutuhkan lingkungan yang kondusif agar semua warga di dalamnyanya merasa nyaman. “Bagaimana bisa nyaman, apabila lingkungan area kampus banyak perokoknya,” ujar Gamal mengkritik. Gamal menyayangkan kebebasan yang tidak bertanggung jawab dari para perokok yang merokok di sembarang tempat. “Apakah universitas harus menyediakan tempat merokok untuk para perokok? Apakah harus banyak tempelan-tempelan dilarang merokok di tempat umum kampus?” katanya.
Selanjutnya, Gamal pun menambahkan, sebagai Duta Anti Rokok FK dirinya tidak hanya akan menjadikan FK bersih dari rokok, namun juga brawijaya secara keseluruhan.”Dalam hal ini saya mempunyai target untuk menjadikan Brawijaya yang bebas dari rokok,” jelasnya. Salah satunya dengan tercetusnya SK bebas rokok tahun 2008 yang dikeluarkan dari FK. Namun untuk di FK sendiri, SK tersebut tidak adanya sanksi yang tegas. Dalam hal ini diperlukan adanya suatu perubahan struktural secara menyeluruh, agar dikemudian hari produk SK tersebut bisa berlaku di universitas.

-Gita Rizky Prodipta-