Showing posts with label Rusak OPINI. Show all posts
Showing posts with label Rusak OPINI. Show all posts

Sunday, March 31, 2013

Fasilitas umum tanpa diskriminasi. Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas

Fasilitas umum harus ramah dan nyaman. 

Pada kesempatan kali ini portal berita Kartunet News  mengajak untuk berkampanye pada fasilitas publik yang aksesibel tanpa batas bagi penyandang disabilitas. Dan kampanye ini juga berkerjasama dengan perusahaan telekomunikasi ternama yaitu XL Axiata 

                        


Penyandang cacat harus memiliki akses yang sama dengan manusia normal lainnya dan tidak boleh di diskriminasi. Itu poin pentingnya sih.

Fasilitas publik yang jauh dari nyaman? Hmm..menurut saya itu mengerikan ya. Sebelumnya saya ingin membagi menjadi dua, ada fasilitas publik untuk dalam ruangan, dan ada fasilitas publik untuk di dalam ruangan. Untuk saat ini fasilitas publik di luar ruangan, merupakan hal yang menarik untuk dibicarakan, karena mengapa? Karena fasilitas publik yang berada diluar ruangan masih belum aksesibel dan nyaman. Kondisi tersebut pun dirasakan oleh manusia normal (tidak cacat), apalagi untuk penyandang disabilitas? Lebih ironis lagi. Fasilitas di dalam ruangan di tempat umum, seperti toilet, lift,dll sudah cukup aksesibel. Tapi untuk yang diluar ruangan masih belum. Sepertinya begitu. Jika saya mengandaikan sebagai penyandang disabilitas, maka saya menjadi manusia yang diminta untuk tidak mandiri oleh pemerintah. Sungguh sulit di posisi sebagai penyandang disabilitas untuk mengharapkan fasilitas publik yang bisa aksesibel bagi mereka. Tak hanya fasilitas publik, tapi akses di bidang lainnya mungkin. Sulit.

Kondisi fisik yang tidak sempurna, tentu menjadi suatu hambatan bagi diri sendiri. Kita tak tahu kapan, ketika kita menghadapi suatu musibah untuk menjadi cacat. Namun kita harus siap akan hal itu.  Dan pemerintah juga harus siap, mengatasi permasalahan tersebut yang terjadi pada warga negaranya. Penyandang disabilitas di Indonesia cukup banyak. Namun, tentunya jika saya sebagai penyandang disabilitas, bukan berarti lalu putus asa begitu saja, begitupun dengan mereka. Saya dan mereka harus bisa tetap mandiri untuk bisa bertahan hidup dan mengurusi diri sendiri. Ini merupakan hal penting yang harus menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat akan kepedulian pada para penyandang disabilitas. Mereka juga manusia, mereka orang yang dari normal kemudian cacat atau mereka yang lahir dari ketidaksempurnaan fisik, punya hak untuk hidup.

Salah satu fasilitas publik yang harus aksesibel bagi penyandang disabilitas adalah transportasi umum. Hal itu menjadi penting ketika mereka berpergian. Pindah dari satu tempat ke tempat lain. Mengunjungi suatu lokasi yang ingin mereka ketahui atau tempat dimana mereka bekerja atau mengenyam pendidikan. Angkutan umum di tempat tinggal saya yaitu Kota Malang, masih belum bisa memberikan akses yang baik dan nyaman. Angkutan umum dengan tipe mobil carry itu tentu menyulitkan bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Bagaimana dia bisa naik dengan sendiri? Alhamdulillah, kepedulian masih ada di masyarakat, yaitu dengan membantu mereka yaitu penyandang disabilitas naik ke angkutan umum. Kemudian ketika mereka sudah turun dari angkutan umum, hal penting lainnya adalah trotoar. Nah, untuk trotoar di kota saya, sudah cukup aksesibel namun belum menyeluruh. Malang telah memugar trotoar di beberapa ruas jalan, yang tadinya paving blok sekarang udah engga lagi. Pokoknya lebih nyaman dan ramah. Jika di prosentase untuk trotoar dan aksesibel untuk penyandang disabilitas sekitar 50% lah. Lumayan loh. 

Karena saya masih berstatus mahasiswa di Universitas Brawijaya, saya ingin menyampaikan perihal fasilitas publik penyandang disabilitas di dunia pendidikan. Fasilitas umum bagi penyandang disabilitas di kampus saya sudah cukup aksesibel untuk beberapa jenis penyandang disabilitas. Mengapa bisa demikian? Karena Universitas Brawijaya, menjadi salah satu Universitas yang mempelopori menerima mahasiswa disabilitas tahun 2012 lalu. Selain itu di Universitas Brawijaya juga memiliki PSLD (Pusat Studi& Layanan Disabilitas). Mereka yang penyandang disabilitas berkuliah dicampur dengan satu kelas mahasiswa dengan fisik yang normal. Namun, fasilitas umum bagi penyandang disabilitas memang masih belum sempurna dan terus dikembangkan. Diantaranya adalah fasilitas umum bagi penyandang disabilitas adalah jalan khusus (bukan beranak tangga) bagi penyandang disabilitas, agar mereka masuk ke gedung fakultasnya. Trotoar di area Universitas Brawijaya sudah sangat nyaman dan ramah. Lift juga sudah ada dibeberapa fakultas. Toilet juga disediakan khusus bagi penyandang disabilitas. Fasilitas pendidikan, huruf braille, dan alat bantu dengar juga ada. Tenaga pengajar juga sudah dibekali kemampuan untuk bisa berkomunikasi dengan penyandang disabilitas tuna rungu, tuna wicara. Dan juga tenaga pendamping (sifatnya sukarela, kebanyakan dari mahasiswa melalui proses open recruitment) yang selalu mendampingi mereka ketika mereka berada di area kampus. Fungsinya sebagai pendamping adalah jika mereka ada kesulitan dalam menangkap pelajaran dan membantu kesulitan lainnya yang perlu dibantu. Begitulah sekilas gambaran aksesibilitas fasilitas umum untuk disabilitas.







Infrastruktur fasilitas umum bagi penyandang disabilitas nampaknya masih di beberapa tempat tertentu saja. Seperti yang saya ketahui juga, yaitu di Kota Batu. Melihat alun-alun Kota Batu sekarang memang cantik sekali. Begitu nyaman dan bersih. Begitupun juga nyaman dan ramah infrastrukturnya bagi penyandang disabilitas. Namun, infrastruktur paling ramah bagi penyandang disabilitas di Kota Batu ya di Taman Kota/ Alun-alun Batu. Sekali lagi, jika saya sebagai penyandang disabilitas saya mengharapkan fasilitas umum yang universal. Mungkin juga universal traveling bagi penyandang disabilitas. Ini menyangkut hal fasilitas umum juga kan, coba kita amati, apakah lokasi wisata keindahan alam sudah ramah bagi penyandang disabilitas? Mereka juga berhak untuk menikmati keindahan surga dunia walaupun buta, bagi tuna daksa mereka berhak untuk melintasi jalan demi sebuah pemandangan yang bikin speechless, bagi tuna netra, mereka berhak menikmati aroma/udara keindahan yang berbeda dari sebelumnya. Mereka berhak tanpa ada terkecuali untuk di diskriminasikan. Penyandang disabilitas bisa bersaing, kita tak boleh takut untuk bersaing dengan mereka, mereka bisa mandiri, maka dari itu berikan hak yang sama bagi para penyandang disabilitas.

Monday, July 30, 2012

Pertanyaan

Pengacau kehidupan.
Pengacau perjuangan.
Pengacau ketenteraman.

Diberi kepercayaan malah mengkhianati.
Keberanian fisik, ternyata mental pengecut.Uang menentukan segalanya.
Uang terbukti efektif dan ampuh mewujudkan sesuatu yang diinginkan.

Pertanyaannya, apakah jika rasa bersalah sudah tumpul, apakah masih tersisa rasa malu dan bisa mencegah sebuah tindak suap-disuap, suap menyuap serta penyelewengan dalam KKN?

Seorang yang sedang berdusta mempermainkan amanah. Keberanian menyatakan kejujuran yang terselip dalam niatan pengingkaran misi suci.

Wednesday, April 4, 2012

Berujar dalam hati

Rasanya berpolitik sama saja dengan berpolicik. Senayan menjadi arena bermain paling canggih dan mewah. Tak peduli upacara publik dan ritual nya dengan aksi rakyat dimana-mana.

Senayan seperti tempat acara hiburan sekaligus lomba untuk mengeruk uang. Bukan pengabdian yang memberikan atmosfer kepuasan bagi telinga dan mata rakyat.

Sorak-sorai, umbar janji dan perang kata. Pencitraan figur dan bendera. Agaknya memang tidak salah kok,malah diharuskan. Tujuan negara ialah memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya cipta nya sebebas mungkin, kata Roger H Soltau. Begitu lah sering dimaklumi, begitulah juga mengancam. Banyak sekali penutur indah, banyak sekali pedendang yang nikmat tapi tak bersemangatkan Pancasila. Keinginan secara maksimal dari rakyat tidak dikabulkan.

Ironi ini dilahirkan dari sebuah pesta. Kamu tahu? Pesta demokrasi yaitu Pemilu. Seolah menyalahi. Memang! Kemudian jika sudah salah, masihkah kita harus percaya pada produk dari upacara Pemilu 2014 nanti? 

Sederhana aku berpesan

Wednesday, March 14, 2012

Raisa

Raisa adalah fenomena. Penyanyi Indonesia kelahiran 1990 ini membuat hampir banyak orang memperbincangkan nya. Raisa Andriana, memiliki pita suara yang luar biasa juga penampilan,pembawaan nya yang sederhana menjadikannya luar biasa. Bukan cuma cantik, musik Raisa begitu menang. 


Foto by @Benakribo


Wednesday, March 7, 2012

Logat

Kali ini tentang bahasa. Bahasa betawi.

Bahasa yang menurut saya kurang enak didengar. Dalam hal apa? Apalagi sebagai pengajar. Lucu juga memang. Tapi tetap saja tak pantas. Karena pengajar harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam menyampaikan materi nya,bukan bahasa daerah nya.

Logat? bawaan suara dasar. Aku pikir logat bisa diubah, karena itu kebiasaan. Tak masalah, yang penting pandai-pandai lah beradaptasi. Tak bisa diubah? Bisa.

Bahasa seperti kau berbicara dengan kawan, orang dirumah,sah-sah saja kau menggunakannya. Tapi tidak untuk hal-hal resmi. Ini suatu bentuk ketidaksukaanku dan ketidakterimaanku. Bahkan ini merupakan ketidakmampuanmu dalam berdialek bahasa resmi.

Bukan gaul juga. Tapi norak. Sadari itu.

Wednesday, September 7, 2011

Sentimen Identitas Supporter Indonesia

Oiya,ada sesuatu yang mendorong gue untuk coba post nih.

Udah pada tahu berita peristiwa supporter bandung yang di serbu massa setelah pertandingan Indonesia lawan Bahrain. Dan gue tahu berita ini dari tweet #RembukMLG @infomalang. Beritanya dikeluarin oleh vivanews.com nah ini linknya http://metro.vivanews.com/news/read/245159-suporter-asal-bandung-diserbu-massa 

Dan lo tahu apa yang bikin heran? Seragam timnas yang dipakai para supporter,ber-lambang garuda itu masih menyimpan kebusukan yaitu sentimen.  Ouuucchhh..shit!

Entah apa karena Indonesia kalah, sehingga insiden tersebut bisa muncul supporternya jadi pada galau dan emosi. Atau sebaliknya jika Indonesia menang, tapi insiden itu tetap terjadi. Kalo iya itu gilaaaa!

Gue asal jakarta, dan kebetulan gue juga kuliah di malang, tapi gue bukan jakmania dan gue juga bukan aremania. 

Bonusnya, gue berada di daerah aman. Aremania sama Jakmania sodaraan. Lalu?

Ini salah satu cara penerimaan yang aman agar lo bisa diterima dengan baik di suatu daerah. Ketika lo mengambil suatu pilihan.

Nah ketika supporter bola asal Bandung mengambil suatu keputusan bahwa mereka akan menonton pertandingan Indonesia lawan Bahrain, sudah tentu kedatangan mereka ke jakarta adalah untuk mendukung timnas Indonesia.

Perhatikan! supporter asal Bandung rela datang hanya untuk merah putih. Dan tidak hanya dari Bandung aja, tapi dari daerah lain di jawa dan luar jawa juga.

Baiklah! Kita lupakan identitas daerah. Karena yang gue tahu, identitas ketika di stadion itu cuma kelihatan dari atribut yang lo pakai dan bawa.

Lo pake baju apa berarti lo dukung ini, dan sebaliknya.

Tapi insiden ini terjadi karena ‘bahasa’, sesuatu hal yang sepele dimana kalo gue pikir-pikir, bahasa bisa menjadi sesuatu yang sangat berbahaya. Sangat di intai dan tentu memasang kecurigaan pada rivalnya. Seiring berjalannya waktu, keterlibatan bahasa dalam berinteraksi ternyata bukan suatu kemajuan, malah gue nilai sebagai suatu kemandekan.

Kalo kita sadari, keragaman itu potensi. Jangan berpikiran sempit. Apa sakingnya orang yang jadi supporter itu fanatik lalu cara berpikirnya jadi cetek? Gak terdidik?

Pelajaran Kewarganegaraan yang lo dapat disekolah, mana impelementasinya?

Diajari toleransi kan? Gimana caranya lo menawarkan sikap yang menunjukkan kepercayaan dan kebersamaan.

Bukan kaya insiden supporter asal Bandung yang di amuk massa.

Gue yakin tiap klub-klub sepakbola gak ngajarin supporternya untuk tawuran. Indonesia juga gak ngajarin gitu, sebagaimana termaktub dalam sila ke-3 Pancasila. Lalu?

Faktor sejarah antar supporter emang musuhan, entah dari kapan deh gue gak tahu. hehe

J.S Mill mengenalkan tentang suatu kebebasan. Kebebesan berekspresi, yang dimana lo berkspresi tapi gak membahayakan orang lain/kelompok lain.  Tapi inget, lo ikut ini atau itu jangan fanatik banget.

Sayang yah, kaos timnas yang dipakai para supporter dimana ada lambang garuda dan simbol bendera tersebut  mengartikan sebagai simbol kedaulatan bentukan dari perbedaan-perbedaan. Ternyata, sentimen-sentimen yang masih terjadi antar supporter sepak bola di Indonesia itu mengalahkan suatu pengalaman tentang kesatuan sebuah negara Indonesia.

Semoga unek-unek gue ini gak menyinggung. Garuda didadaku!

Sunday, June 19, 2011

Tanpa Sadar atau Sadar?

LPM DIANNS - Ada yang jago bikin sajak? Mungkin Wahyu Semeru orangnya, karena lebih banyak dia frekuensi menulis kata-kata indah di blackbook DIANNS dibandingkan yang lain. Kemudian ada yang jago fotografi? Mungkin kawan Dio Rachmad, cukup berpengalaman dan lagi mendalaminya banget di bidang ini khususnya fotografi jurnalistik. Ada yang jago layout (tata letak) bulletin, jawaban ini pasti mengarah ke Rindri Andewi Gati. Ada yang jago apalagi? Oiya karikatur? Siapa ya? Mungkin Hakam Ananta karena hobi nya dalam melukis gambar di sepatu dan pernah juga menang dalam lomba karikatur tingkat BEM FIA periode 2010. Ada yang jago mengedit tulisan? Sudah tentu ialah Titin Muftiro berkat pengalaman dia menjabat menjadi redaktur pelaksana dan yang terakhir menjabat sebagai Pemimpin Redaksi, namun sayang sekarang dia sudah tidak lagi masuk dalam kepengurusan LPM DIANNS.

Lalu, siapa yang jago dalam “Menulis”?

Ada yang bisa jawab? Kasih tahu pada saya jika ada yang jago dalam menulis.

Menulis? Mungkin semua pasti bisa. Menulis apa yang dia suka, apa yang ada dipikiran masing-masing kita lalu dituangkan kedalam tulisan. Namun,bagaimana menulis yang baik dan benar?

Dalam lingkup jurnalistik pers mahasiswa. Menulis menjadi merupakan senjata nya. Amunisi atau peluru nya adalah diskusi. Lalu ketika diskusi memiliki peran yang cukup besar dalam sebuah perluasan wacana pemikiran kita, pengembangan kemampuan dalam bernalar,berargumen tapi ternyata aktivitas tersebut masih dirasa kurang. Apa kita bisa menulis yang baik nantinya? Maksudnya adalah juga produk tulisan kita nanti apakah bisa panjang tulisan nya? Hmm..

Tidak sampai disitu saja, perihal dalam menulis pun ternyata juga masih menjadi hambatan dari kawan-kawan di LPM DIANNS, khususnya bagi angkatan 2009-2010.

Bagaimana bisa menulis bagus dan baik, jika semua itu harus diperintah baru terjun ke lapangan meliput berita. Bagaimana jika bisa menulis yang baik jika baru disuruh bikin satu berita saja, sudah kelimpungan dengan melontar balik dengan berbagai macam alasan “aduh tugasku banyak”, “iya deh, aku kerjain tapi gak janji ya”, dan lain-lain, begitulah ungkapan curhat Yogi Fachri sebagai Redaktur Pelaksana kepadaku.
Tentu saja hal ini akan berdampak dari eksistensi produk kita, baik lembaga maupun suprastruktur nya. Bagaimana produk kita bisa bermutu&memikat pembaca atau masyarakat di Universitas Brawijaya khususnya di Fakultas Ilmu Administrasi kalau kita masih dalam kubangan hitam seperti itu?

Suprayogi Rachmadani, sudah memulai nya dengan menyumbangkan tulisan di FK Persma (Forum Komunikasi Pers Mahasiswa), Aryo Rachmadani juga sudah memulai tulisan pertama nya yang ditempel di papan tulis ruangan DIANNS, kemudian Annisa Nur Pratiwi yang mencoba memberikan opini nya di buletin radikal yang terbit baru-baru ini,dan penulis-penulis lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu dalam buletin radikal edisi sekarang tanpa mengurangi rasa hormat. Apakah tidak ingin produk kita bisa terbit secara berkala? Apa perasaan mahasiswa/i lain ketika produk kita tidak terbit? biasa aja kah, bodo amat kah, atau kecewa karena produk kita yang selalu ditunggu-tunggu? Tinggal pilih saja, ingin nya yang mana. hmm..  Selanjutnya ini adalah ceritaku, lalu mana tulisanmu?


Sunday, June 5, 2011

Mulailah !


Forests: Nature at your Service, yap! itu merupakan tema Hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2011 ini. Hari Lingkungan Hidup sedunia ini, gue di ingatkan melalui Koran Jakarta yang gue beli saat di kereta Matarmaja seharga seribu rupiah, Jum`at kemarin. Mungkin kalo gue ga ada inisiatif atau gemar membeli koran dan membacanya, gue ga tahu kalau hari ini adalah peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia #abaikan. Seperti pepatah yang diplesetin, Koran adalah jendela dunia, bukan buku adalah jendela dunia. #apaansih

5 Juni, merupakan peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia atau dalam bahasa inggrisnya World Enviroment Day. Ya, di rubrik RONA Koran Jakarta headline nya menampilkan foto di suatu daerah entah dimana yang jelas kelihatan gundul hutannya, luas sekali. Kemudian di rubrik lainnya yaitu rubrik EKONOMI Koran Jakarta pun juga menampilkan headline yang agak serupa, yaitu kondisi pertambangan PT.Freeport Indonesia di Mimika yang mengakibatkan kerusakan lingkungan yang cukup parah. Media massa semakin memberikan peluit kencang pada masyarakat untuk membuka mata, bahwa kondisi lingkungan kita semakin kacau. Pernahkah anda berpikir berapa lama bumi akan bertahan? 5 tahun lagi, 50 tahun lagi atau seratus tahun lagi kah, atau…? entahlah.


Peradaban industri di abad ke-21 ini, membawa dampak multidimensi bagi manusia. Bukan faktor menguntungkan saja kawan, melainkan sejumlah aspek merugikan juga mengancam eksistensi manusia. Ditandai dengan apa? Ya seperti yang kawan-kawan ketahui, yaitu pulau Kalimantan salah satunya yang terkenal dengan kekayaan hutan alamnya yang sekarang ini dibabat terus-menerus.

Konsekuensi dari pembangunan adalah kerusakan lingkungan. Namun, Pembangunan yang melestarikan dan menjaga ekosistem alam itu yang seharusnya diperhatikan. Bumi sebagai tempat berpijak kita, dan tempat hidup bagi kita semua. Manusia  sebagai penguasa lingkungan hidup di Bumi sangat berperan besar dalam menentukan kerusakan lingkungan sekaligus kelestarian lingkungan hidup. Sebagai mahasiswa, peranan apa yang udah bisa kita berikan kepada keberlangsungan bumi khususnya di tanah air Indonesia?

Menghadapi tren ancaman global ternyata gak beda jauh dengan tren ancaman belum skripsi atau lulus kuliah. #ealah #apaansih

Gue jadi ingat sosok Chico Mendez seorang aktivis lingkungan hidup hutan Amazon,yang dikisahkan dalam film ‘the Burning Season’. Film tersebut sangat bagus dan menarik sekali loh untuk ditonton bareng kemudian didiskusikan. Tepat sekali, 2 bulan yang lalu The Burning Season benar ditayangkan juga di dalam perkuliahan seminar lingkungan yang di ajar oleh dosen muda kita Fadillah Putra. Gue sendiri sebenarnya heran dan berucap pada diri sendiri “lho koq, kuliah ada nonton filmnya ya, enak benar deh”. Memang saat itu saya, Irendy ichsan, Riza aditya dan Phay azura juga mengikuti perkuliahan tersebut karena diajak beliau untuk mengikuti kelas yang diajarnya.

Bukan sekedar kuliah yang hanya mendengarkan dosen ceramah kemudian kita tertib mencatat materi yang disampaikannya. Tetapi metode belajar beliau yang mengajak mahasiswanya untuk perlu tahu film-film yang patut untuk ditonton dan menginspirasi serta berperan aktif untuk diskusi. Beliau mencoba menstimulus kesadaran mahasiswa sebagai agent of change nya. Ya, mahasiswa sebagai agen perubahan, apa yang sudah kita lakukan bila melihat potret yang divisualisasikan di film tersebut? Kemudian Fadillah Putra juga menampilkan slide foto Nusantara dari Sabang sampai Merauke, menunjukkan foto kondisi pulau-pulau di Indonesia yang terdeteksi sudah rusak parah ekosistem alamnya.

“Bagaimana dengan kalian semua, ketika melihat daerah asal anda ternyata mengalami kerusakan lingkungan yang parah, apa kalian tidak tergerak? Apakah hanya diam saja ketika melihat itu semua layaknya sebagai penonton. Andai saja ada satu sosok Chico Mendez di daerah anda, atau satu Chico Mendez di fakultas kita? Dan ruh/jiwa nya Chico Mendez bisa ada disetiap orang yang ada dikelas ini, tentu terasa indah nya bumi ini dan sejuk.” tanya beliau kepada mahasiswanya. 

Ya, akhirnya saya pun jadi merenung.

Di hari peringatan Lingkungan Hidup ini, mari kampanyekan kepedulian terhadap lingkungan. Setidaknya dari hal kecil tersebut bisa menjadi perubahan yang okeh ditiru oleh kawan-kawan mahasiswa kita yang lain, atau mengingatkan nya jika dia hendak membuang sampah sembarangan atau yang terlihat bertindak jahat pada lingkungan. Seperti yang dikatakan Ban Ki Moon, "Mulailah dari diri sendiri, yakni gaya hidup yang ramah lingkungan dengan tujuan untuk menyelamatkan dan melestarikan lingkungan hidup, maka perubahan luar biasa baik pun bisa terjadi untuk Bumi." Jadi, aksi kecil apa yang bisa kawan lakukan di Hari Lingkungan Hidup sedunia ini? Cheers !

Friday, March 18, 2011

Sempro = Rindu sebungkus nasi campur

Standar Menu Makanan Sempro

Seminar proposal (sempro) skripsi tak ubahnya sekedar tempat untuk mengemis (minimal) 15 tanda tangan menghadiri sempro maupun mengais demi isi perut. Ini realita yang gue lihat di fakultas gue dan gue juga pelaku nya sih (cuma tiga kali doang ikut sempro abis itu gak ngumpulin tanda tangan). Menurut gue seminar proposal menjadi daya tarik tersendiri sebagai ajang untuk icip-icip berwisata kuliner, karena setiap penyelenggara seminar sudah pasti akan menyuguhkan menu makanan andalannya yang barang tentu tidak murah. "Minimal lalapan ayam lah lauknya atau pizza kek,baca mantra selesai",kata gue. (tapi kayaknya gak pernah ada deh yang sempro ngasih makanan pizza). Menu isi proposal skripsi nya maupun mahasiswa siapa yang akan seminar proposal (skripsi) nanti bukan perhatian utama dari adanya sebuah acara seminar proposal skripsi. Pokoknya kertas mengikuti seminar proposal skripsi gue harus segera terisi. Oportunis mahasiswa/i ingin segera lulus akibat mahalnya biaya spp kuliah maupun desakan dari orang tua yang menginginkan anaknya segera sarjana.


Gue juga gak tau sejak kapan tradisi sempro ini dikemas dengan adanya jajanan+souvenir hingga saat ini masih terus dilestarikan. Pake jajanan itu wajib apa enggak nya dalam acara seminar proposal itu gue engga tau, karena gue sendiri juga masih belum magang/KKN (hhahahaha)+ngajuin judul skripsi aja belum nafsu. Menurut melisa yang berkuliah di salah satu universitas di jakarta. Dia berkata “seminar proposal dikampus aku gak ada tradisi makan-makan, seminar ya seminar,kalo udah selesai ya udah bubar”. Nah lho (bingung)?kata gue. Potret seminar proposal skripsi ini berbeda dengan suasana perkuliahan,atau mengikuti acara seminar event yang dimana jika jam kuliah/event seminar sudah waktunya habis/kelamaan, bawaan kita kayaknya pengen cepat-cepat pulang aje seperti tersiksa setengah mati melewati jalan berliku dan berduri. Kemudian ketika perkuliahan sudah diakhiri oleh dosen, dengan sigap kaki kita melangkah lebar dan berlari dari ruang kelas. Berbeda dengan seminar proposal skripsi, dan ini uniknya. Peserta seminar proposal skripsi dengan setia menunggu acara seminar hingga selesai dengan berbagai ekspresi,ada yang wajah bingung, ketawa,bosan,ngantuk juga ada,dan lain-lain. Rasa berdosa seakan-akan abstrak ketika kita tidak bisa berpartisipasi dalam memberikan sumbangsih pemikiran melalui sesi pertanyaan dari isi proposal skripsi tersebut atau memang  ide pemikiran kita sejenius albert einstein itu cukup kita sembunyikan di ketiak kita masing-masing.  Ada tiga alasan kenapa peserta seminar proposal skripsi itu datang, menurut  gue  yaitu sungkan kalo gak dateng, sama temen kita yang seminar proposal skripsi, terus ngumpulin tanda tangan di kertas seminar dan berharap membawa buah tangan (makanan) seperti semangat pengamen yang cari makan di perempatan jalan.


Siapkah kalian mengeluarkan banyak rupiah untuk durasi waktu sekitar 30 menit doang dibandingkan banyak rupiah yang siap dikeluarkan untuk menyambut kelahiran proposal skripsi sampai BAB III dari tenaga,pikiran,waktu dan uang. Akankah siklus ini terus kita lestarikan?Come on, give your opinion.

Oleh : Gita Rizky Prodipta

Monday, February 14, 2011

Rindu (ironi) Euforia Valentine`s Day

Banyak jenis dan cara yang dilakukan orang dalam mengungkapkan rasa cintanya kepada orang yang dikasihinya. Begitupun dengan bulan februari ini dimana ada satu tanggal yang menjadi sangat spesial bagi kebanyakan orang yang meyakini nya. Tanggal 14 Februari disebut-sebut sebagai Valentine`s Day.
Sumpah keren banget ini foto !!!
Tampilan google yang bertemakan valentine`s day
Ketika menjelang hari spesial tersebut, tentu banyak orang yang mengejar target untuk bisa jadian (beneran lho, temen gue ada yang niat harus bisa jadian sebelum tanggal 14 februari). Begitupun dengan kejadian malem menjelang valentine`s day.
Saat gue dirumah ketika sedang asik-asiknya membaca skripsweet pacar gue, untuk minta diberi masukan/revisi skripsinya. Eh, temen sepupu gue tahu-tahu nyamperin gue yang lagi laptopan. akhir-akhir ini dirumah selalu ramai temen-temen sepupu gue seperti basecamp nongkrong gang potlot, tapi rumah gue di jalan teluk lada jadinya ya gang lada deh. Terus yang nanya ini cowok lho, rambut model botak 5cm lah, rada gemuk fisiknya, berbehel terus karet nya warna putih, kulitnya agak kecoklatan legam,kemudian udah bisa ngebayangin kaya gimana ketampanannya??

Nah, kira-kira seperti ini percakapannya antara gue dan si botak berkulita rada coklat legam,hhehehe

“mas nyun sewu, bisa minta tolong carikan kata-kata cinta di google gak?”, kata dia.
“buat apaan emang?”, tanya gue. (sambil sinis karena merasa terganggu)
“buat ngasih cokelat,terus aku mau nulis kalimat cinta di lembaran kertas bungkus cokelat delfi tersebut”,jawab dia. (dalem hati gue masih aje dah ngerayain kaya ginian)
“mau nembak cewek?”,tanya gue. (penasaran)
“iya,mas”,jawab dia.
“hmm..gitu ya? Yauda, mau kata-kata cinta kahlil gibran aja? Gimana?”,kata gue.
“boleh deh mas, yang bagus?”,tanya dia.
“kata-kata cinta bahasa jawa mau ga”,tanya gue.
“yo, ojok toh mas!, kata-kata cinta valentine gitu mas.”, imbuh dia.
“lho, bentar deh, kenapa bingung cari-cari kalimat cinta? Emang udah berapa kali pacaran?”,tanya gue.
“hmmm…satu,dua…hmm 4 kali pacaran mas “,jawab dia.
“laah, kenapa bingung untuk soal itu? Kan udah pengalaman empat kali pacaran masa ga bisa?”,tanya gue. (dengan heran)
“iya mas, soalnya aku belum pernah nembak cewek pas valentine`s day”,jawab dia. (sambil memelas disusupi ekspresi nyengir)
“apa bedanya sama yang sebelum-sebelumnya?”,tanya gue. (kali ini gue dengan nyolotnya)
“iya mas, kalo yang sebelumnya mah biasa aja, kalo ini pas valentine`s day beda, harus lebih spesial ungkapan cinta nya untuk nembak cewek”,jawab dia. (sambil tersenyum memperlihatkan behel berkaret warna putih).
gue, “ohhh….(sambil mengerutkan alis keatas), kemudian lanjut dengan tertawa, hahahahha”.
#15 menit berlalu sambil nungguin dia memilih-milih kata-kata cinta yang terbaik dan teristimewa menurut dia.
eeeenggg....innngggg....eeeeenngggg ?$%^$^$&$#

“gimana? Udah dapet yang pas?”,tanya gue.

“udah dapet mas, aku pilih yang ini aja.”,jawab dia.
"ohh yang itu, harganya gocap aja!",seru gue.
....cengo dan bengong...dia nya. <---kaya kiwil.
“loe Islam?”,lanjut gue.
“iya mas”, jawab dia.
“lho, emang ga tau kalo fatwa MUI valentine`s day itu HARAM?”,tanya gue.
“tahu mas, tapi bodo amat lah saya. Yang penting valentine-an saya nembak cewek!”,ketus dia.
#dalam hati gue, etdahbuseeettt bocah… ditolak,  langsung herpes loe! apa anemia deh agak mendingan?!. checkmate!
Nah, valentine`s day. Menjadi budaya yang semakin ramai dibudayakan para kawula muda masyarakat sebagian lainnya. Dan bahkan ramai nya perayaan ini juga tidak ramai secara di dunia nyata, namun di dunia maya yaitu jejaring sosial pun juga sangat ramai menjadi postingan status aku facebook maupun di twitter. Percakapan-percakapan yang dilakukan di social networking berasal dari pro valentine`s day dengan yang kontra valentine`s day.  Ada yang saling menghujat dan menjelek-jelekkan valentine`s day dan ada juga yang membagikan kalimat-kalimat cinta/kasih sayang. Fakta,udah gue amati koq!

Otomatis serta yakin-seyakinnya gue, update-an status (gelowers dan non gelowers) dengan ucapan selamat happy valentine`s day atau kritikan tentang valentine`s day pun akan banyak muncul di tampilan facebook dan twitter gue layaknya pengucapan selamat tahun baru atau ucapan selamat merayakan hari besar agama, bahkan pengucapan hari besar agama seperti menjelang MAULID NABI pun sepi dari facebook maupun twitter. Sebenarnya sih gue ga masalahin banget, dan gue juga ga posting-posting update-an status soal valentine`s day juga tuh. Padahal secara ga langsung (bagi yang posting tentang valentine) juga telah memperingati dan ikut merayakannya karena itu telah membuatnya ramai dibicarakan. Wew..pengaruhnya besar sekali ya, budaya barat “valentine`s day” ini. Nah kalo nge-retweet doang di twitter atau nge-Blog kaya gue gini gimana? Merayakannya juga ga menurut kalian?hhehehe

New media (jejaring sosial) dan media sebagaimana adanya yaitu seperti di televisi,majalah remaja,dan lain-lain malahan juga mendukung soal valentine`s day ini. Dengan menyuguhkan berita-berita menjelang hari valentine`s day dan hampir semua stasiun televisi pun juga menampilkan liputan tentang valentine`s day ,kalo yang macem kaya insert, obsesi,gossip-gossip gitu menampilkan kehidupan artis yang ber-valentine`s day, sehari penuh (rada bosan juga sih tontonan tanggal 14 ini), terus kalo di majalah menampilkan trend fashion valentine`s day 2011 ini tuh kaya gimana, dan macem-macem cokelat yang pas untuk merayakan valentine`s day. Hmm.. dengan berat hati gue mengatakan ini akan terus dipopulerkan di Indonesia, dengan intuisi bisnis oleh kaum kapitalis yang mengarahkan masyarakat kita menjadi manusia yang konsumtif jadinya mengajak untuk membeli barang-barang yang identik dengan valentine`s day seperti cokelat,mawar,postcard, dan pergi ke mall atau nongkrong di café yang mengadakan acara valentine`s day dengan suguhan musik yang melooowww abiiiss gitu .  Meskipun kita (lo aja kali,gue mah engga) sendiri sudah mengetahui apa itu valentine`s day, baik melakukan atau merayakannya serta dihiasi gelap nya valentine`s day dengan fatwa haram oleh MUI. Namun valentine`s day yang ada satu kali dalam setahun tetap menjadi moment yang spesial yang tak pernah tertinggal dan kita lupakan dalam memori kita karena memang sebenarnya dirasa momentum 14 februari ini masih terus saja dirindukan suasananya. Iya ga? Iya kan..apa aja boleeehh

Dan pada akhirnya gue pun kembali mengerjakan revisi-an skripsweet pacar gue (namanya Melisa), kemudian sebelum tidur gue telvon-telvonan dulu sama dia, dan ga ada sama sekali ucapan happy valentine`s day dari gue buat dia. Hehehehe.

Oleh : Gita Rizky Prodipta

Tuesday, February 1, 2011

Merokok MATI, gak Merokok juga MATI

Masih inget gak fatwa MUI yang mengharamkan “rokok” ??

Well, kali ini gue mau ngebahas soal “rokok”.

Yep, kisah TULISANRUSAK tentang rokok ini dimulai ketika gue berkunjung ke Universitas Bina Nusantara di RawaBelong Jakarta Barat.  Apaan git?…berkunjung? Padahal mah bukan berkunjung gue nya,guys. Tapi nemenin temen gue ke kampus cz dia mau ngumpulin tugas kuliahnya. Udah gitu gue pake celana pendek gitu juga ke Binus nya. hadeeehh…

Otomatis gue juga ga bisa dong masuk ke dalem kampus nya? *yaiyalaahh…muke gile lo ke dalem kampus pake hotpants udah gitu pake sendal jepit buluk,pliiissss deh,git… J
hahahaha…

Sembari nungguin temen gue ngumpulin tugas kuliahnya gue, dengan pede nya nunggu di depan gerbang di sepanjang jalan Binus dimana banyak kantin yang berserakan.. dan disitulah gue melakukan kebiasaan yang sebagaimana biasanya dilakukan oleh kebanyakan anak muda yaitu “merokok”.

Merokok di Jakarta beda rasanya loh sama dengan di Malang? soalnya kenapa,mau tahu? Harga rokok gudang garam filter, merupakan rokok favorit gue juga,ternyata harga per-batang nya di jakarta seribu rupiah (Rp.1000,- /batang) .anjiiirrrr…gila gak sih. Segen juga gue pengen foya-foya ngerokok kalo beli nya dengan cara ngecer (alias ga bungkusan beli nya),sekali makan disini (jakarta) aja bisa sepuluh ribu rupiah.fiuuhh…
Nah, ditengah asiknya dapet kebulan asep kendaraan, dengan pede nya gue juga mengebulkan asap rokok bau naga gue dan sekitarnya.hahahaha..
stop..stop bercanda nya aahh!

Okey, pembaca setia TULISANRUSAK, pas gue lagi ngerokok gue ga sengaja mata gue mendeteksi banner yang diduga membawa banyak pertanyaan dan ide cemerlang sekaligus perenungan buat gue sendiri…(halah J ,hehehe) maksudnya bisa jadi bahan TULISANRUSAK blog gue,hehehe.
Ini dia gambarnya,gan J . pake Blackberry loh ini foto nya,tapi Blackberry temen gue.hhehe. 


Banner berukuran (gak tau deh lo ukur sendiri ukurannya kira-kira berapa) cukup besar, merupakan suatu rambu yang menandakan kawasan di dalam kampus Binus merupakan “kawasan dilarang merokok”.
Nah gue jadi teringat dengan kampus gue sendiri yaitu Universitas Brawijaya yang sekarang menduduki peringkat ke sepuluh daftar rangking universitas di Indonesia. (halah,padahal kalah sama Universitas Negeri Malang yang menduduki peringkat enam)hiks..hiks.

#Kalau engga salah berarti benar, gue pernah ngebaca banner bertuliskan universitas brawijaya bebas asap rokok 2012.(maaf gak bisa menampilkan foto banner nya,karena hape gue N-Gage).  Dan ini juga membuat gue (perokok) menjadi H2C à harap-harap cemas. Karena kenapa? Bisa-bisa gue dan perokok lainnya yang tergabung dalam komunitas perokok almamater biru universitas brawijaya yang disingkat menjadi PABUB. <-- gue mengistilahkannya sih begitu,biar keren aja gitu.

Merokok menjadi tren kegiatan sosial yang dilakukan oleh masyarakat dari berbagai umur dan jenis. Mau muda atau tua,begitupun juga pria dan wanita. Karena merokok diyakini sebagai suatu kegiatan yang bisa memberikan rasa rileks dan santai pada fisik kita sendiri,menemani diri dikala sepi, bisa membuat tenang dan pikiran bisa lancar. Apalagi nih kalau banyak masalah/pikiran, seperti kenyataannya yang paling keren adalah merokok itu untuk gaya hidup, sehingga banyak yang kecanduan rokok gara-gara hal itu. Bener gak? Iya men, kalo ga ngerokok gak gaoel loe J

Berbicara soal rokok, dan larangan merokok. Sebenarnya dari pemerintah pun juga sudah ditegaskan melalui Pergub dan Perda di masing-masing daerah. Begitupun juga dari produsen rokok juga sudah menghimbau melalui peringatan singkat di label bungkus rokok dengan berbagai merk. Tapi kenapa masih aja “Merokok”?

Mau tau gak kalo Indonesia itu merupakan peringkat lima besar pengkonsumsi rokok paling banyak di dunia. Wooo…*lagi-lagi Indonesia menorehkan prestasi deh J hemmmmss
Sesuai dengan kalimat pertama saya dalam tulisan ini, yaitu “masih inget gak soal fatwa MUI yang mengharamkan rokok” ?? hal ini menjadi kontroversi disana-sini,layaknya kasus ariel peterporn,hehehe..


Sebuah dilema bagi Pemerintah (karena perusahaan rokok itu menyerap jumlah tenaga kerja banyak,memberikan devisa negara,serta perusahaan rokok juga banyak yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa dan untuk kegiatan sosial yang bermanfaat buat masyarakat contohnya seperti sponsorship >> Gudang Garam di Kediri, Bentoel di Malang).  Selanjutnya rokok juga menjadi sebuah kekuatan dalam praktik pemilwa di fakultas yaitu rokok politik. Dan ketika rokok diharamkan otomatis menjadi sebuah kesedihan tak berujung bagi perokok, pada khususnya PABUB (perokok almamater biru universitas brawijaya).hahaha J

Membaca http://prasetya.ub.ac.id/berita.php/id/detail/2165 gue cuma bisa menarik kesimpulan melalui penelitian Prof. Sutiman beserta tim nya bahwa asap rokok yang telah "dijinakkan" tersebut memberikan dampak positif bagi kesehatan karena asap rokok yang telah dijinakkan juga dapat menyehatkan dan berpotensi membangun kesehatan tubuh". Nah loh,heran gak sih? Gue aja bingung.

Menyikapi hasil dari penelitian Prof Sutiman, tentunya keputusan MUI yang menyatakan rokok itu adalah haram harus dikaji ulang kembali. Karena tentu terkesan gegabah dalam melahirkan fatwa. Kadang yee, MUI tuh mbok dipikir panjang lah kalo buat keputusan, makin jengkel aja gue sama ormas islam di Indonesia yang doyan ribut apalagi yang berkeliaran di kampus dengan jubah ninja dan celana cingkrang nya! mau macul apa kebanjiran dah ente?ckckck..

Rokok menjadi benda yang tak pernah absen bahkan wajib dalam aktivitas mahasiswa (penikmat rokok) pada umumnya seperti diskusi nya apalagi ditemani dengan kopi hitam. Kalau kata anak persma , “kalau gak ngerokok gak bisa berlogika”. Kemudian, bagaimana kalau benar, universitas brawijaya akan bebas asap rokok 2012 ?wah masa iya sih kita (perokok) beralih ke rokok elektrik tanpa asap?  Sepertinya, gerakan bebas asap rokok 2012 nanti sudah dimulai di fakultas kedokteran UB dan bisa dibaca selengkapnya  pada tulisan saya sebelumnya yaitu http://tulisanrusakblokg.blogspot.com/2010/07/sk-bebas-rokok-kurang-efektif.html



Dan kita juga sudah mengetahui sebelumnya bahwa hukum rokok itu makruh, buat apa MUI mengeluarkan fatwa haram tentang rokok yang jelas-jelas makruh. Bagi perokok… silakan 

Bagi MUI, ya silakan layani umat. Jangan bisanya cuma ngelarang,ngeharamin aja, tapi kebijaksanaan nya dong? seperti prostitusi yang dilokalisasikan dan belum jadi haram, dan parahnya lagi model kaya minuman keras (beralkohol) aja masih beredar luas dan mudahnya kita dapat di Indomaret,Alfamart,Circle K, dan 7 Eleven. Iya gak? Yang jelas itu merusak moral, dan pertanyaan gue emang nya ada diskusi sambil minum alkohol terus mabuk?ga ada kan.., ironisnya ternyata hal tersebut  belum (di)haram(kan) di negara kita tapi udah diharamkan Al-Quran. Tapi yang tidak haram di Al-Quran,dibikin haram sama MUI.Hemmmmsss….ckckck

Udahlah, biarkan mereka hidup dengan ruang nya masing-masing. pemabuk ya dengan alkoholnya, pelacur ya dengan pekerjaan lelaki hidung belang, perokok yang dengan cita rasa asap rokok dari tembakau nya. (maaf) MUI kenapa dikit-dikit mesti diharamin sih? manusia hidup dengan berbagai pilihan bebasnya. Manusia adalah arsiteknya diri sendiri. walaupun pada akhirnya memang banyak mudharat nya, kan kita sendiri yang nantinya akan meninggalkannya sendiri,kecuali lewat fatwa.

Selanjutnya, bagaimana pendapat anda tentang hal ini? J

Oleh : Gita Rizky Prodipta

Tuesday, January 18, 2011

Lagu Jayus untuk Gayus dan Fulus

Lagu ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan”


11 Maret
Diriku masuk penjara
Awal ku menjalani
Proses masa tahanan

Hidup di penjara
Sangat berat kurasakan
Badanku kurus
Karena beban pikiran

Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa
Tak bisa berbuat banyak
Seperti para koruptor

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Selanjutnya….Tarraaaaaaaangggggg..!!

Wow... kalo gue jadi juri di “Pengamen IndieFest”kemudian skala 10-100, gue akan ngasih nilai 100 buat pencipta sekaligus penyanyi dari lagu diatas. Dan otomatis jadi skor mutlak untuk menang..hhehehe
Hemmsss.. bukan karena apanya juga yeee? Tapi emang dari segi kualitas musik dan konten isi lirik lagunya nendangbanget…sipplah.

Well, pencipta lagu “Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” ini bernama Om Bona Paputungan. Beliau asal Gorontalo. Dan perlu diketahui loh, pria berkulit rada hitam ini mantan napi juga yang baru bebas. Makanya di bait awal lirik lagunya menjelaskan dia pernah masuk penjara. Dan ini merupakan pengalaman sesungguhnya.. a.k.a true story.

Menurut Djohan (2003 : 7-8), bahwa musik merupakan perilaku sosial yang kompleks dan universal yang didalamnya memuat sebuah ungkapan pikiran manusia, gagasan, dan ide-ide dari otak yang mengandung sebuah sinyal pesan yang signifikan. Pesan atau ide yang disampaikan melalui musik atau lagu biasanya memiliki keterkaitan dengan konteks historis. Muatan lagu tidak hanya sebuah gagasan untuk menghibur, tetapi memiliki pesan-pesan moral atau idealisme dan sekaligus memiliki kekuatan ekonomis. T.E.P.A.T dengan latarbelakang lagu tersebut dilahirkan untuk apa?hemmmmsss..

Lagu juga bagian dari seni loh, seni yang memiliki konteks untuk menginventariskan kejadian-kejadian yang dewasa ini tengah terjadi.
Nah langsung contohnya aja à  lagu ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan”.  Lagu dari sekian banyaknya lagu bersejarah dan berpengaruh yang pernah ada di Indonesia.
Judul lagu tersebut menyindir perlakuan hukum terhadap terdakwa mafia pajak gayus tambunan yang sampai saat ini sangat menyita perhatian publik gara-gara orang kerdil ini yang begitu hebatnya bisa holiday ke Bali dan luar negeri dengan menggunakan paspor palsu, padahal semestinya mendekam dalam penjara, kan??.

Lagu karya Om Bona ini begitu laris terdengar di telinga kita melalui televisi. Setiap salah satu media elektronik yang memberitakan soal kasus Gayus Tambunan pasti ada tayangan video klip ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” tersebut.

Yuukk..mengulas  sebagian dari lirik lagu ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” yaitu,


Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa Tak bisa berbuat banyak Seperti para koruptor


Menurut gue bahwa, seorang gayus dengan gelarnya yaitu KORUPTOR bisa melakukan apa saja sesuai kehendaknya(ahh ini mah udah basi,git).  emang sih kebanyakan koruptor tuh ingin mendapat perlakukan yang berbeda (istimewa) dan hal ini diamini pula oleh aparat penegak hukum kita, gila gak sih??damn!!. Masih ingat dengan kasus arthalita? Ruangan penjara khusus serba terfasilitasi dengan lengkap. Dan bagaimana dengan napi yang notabene-nya orang lemah a.k.a biasa-biasa aja? ~mereka hidup diruangan yang serba terbatas dan sempit. Belum lagi juga harus menghadapi tekanan dari sesama napi lain di dalam satu ruangan.
Tapi HAMK (Hak Asasi Manusia Koruptor) lebih diperhatikan daripada hati nurani dirinya sendiri sebagai penegak hukum bahwa "lo sebagai aparat penegak hukum jangan mau dijadikan komoditi subur bagi para napi koruptor yang bergelimang harta!!" persetan lah aparat penegak hukum adalah orang yang nomor satu urusan MORAL dan gembar-gembor ngomong KEADILAN. cuiihhh! Sekali lirik, lobby dikit, yang penting asyik, langsung dah lupa sama jeritan rakyat.  
Kemudian diperjelas lagi opini diatas dengan  lirik sebagai berikut,


Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli

Dan apa? Ternyata hukum kita bisa dibeli L miris sekali mendengarnya.
Sangking lucunya..ada-ada saja plesetan yang dibuat oleh para kreator sotosop kaskuser terhadap foto gayus tambunan dan tokoh-tokoh lainnya yang menjadi pemberitaan publik. (pemberitaan yang negatif aja loh) . dan kalian semua pengguna jejaring sosial seperti kaskus,facebook,twitter juga udah pada ngerti gambar-gambar plesetan-nya yang kayak gimana aja.

Hukum masih bisa dibeli?ooou..tidak bisaaa. Bisaa ko, coba aja di indonesia. Ga percaya? MURTAD loe ! hahaha
*iklan

“no problem”. Dengan modal duit segepok akang Gayus bisa lenggang kangkung keluar masuk jeruji besi,beton,marmer,hutan,dan lain-lain lah pokoknya. Dan perlu diketahui untuk bisa keluar penjara aja, setidaknya akang Gayus harus mengeluarkan uang sebesar Rp.50 juta sampai Rp. 60 juta per bulan Man…!! ditambah lima hingga enam juta rupiah untuk penjaga rumah tahanan. Daaaann… menurut harianberita.com  total uang yang sudah dikeluarkan Gayus sejak Juli 2010 sekitar Rp. 368 juta untuk menyuap Kepala Tahanan Mako Brimob Komisaris Polisi Iwan. Setiap keluar tahanan Gayus pun mengeluarkan satu hingga Rp. 1,5 juta.
Sebelumnya dalam mega skandal mafia pajak yang kini masih berproses hot-hot-nya, Gayus juga telah menggelontorkan uangnya hingga Rp. 20 miliar untuk polisi, jaksa, hakim, dan pengacara. Rata-rata mereka mendapat lima miliar rupiah. Wew…bayangin uang segitu banyaknya??*ngiler..cessss
Uang miliaran milik rakyat akan habis dimakan oleh koruptor-koruptor dalam pajak ini, dibanding mafia hukum dan mafia pajak.

Dan Gayus benar-benar bagai jadi ATM berjalan bagi penegak hukum(anjirrrr..!!). Inilah sebuah ironi di negeri ini bahwa uang bisa membeli segalanya.
Semua bisa dibeli dengan uang Bung!! Yoiiksss… :D

Lagu Andai Aku Jadi Gayus Tambunan, akan menjadi saksi sejarah dari lahirnya mega kasus mafia pajak yang begitu memilukan dari sekian pilu-nya bencana di Indonesia. Yang  nantinya bakal terus terekam di memori kita.
Kritikan dari lagu tersebut juga merupakan sebagai reaksi gambaran terhadap lemahnya kondisi  penegakan hukum di Indonesia saat ini. Hemmmss..dan lantunan lagu Om Bona ini terus berdengung di televisi dan sangat menghibur bagi kita semua, entah itu karena kelucuan dari visualisasi video klip nya atau kocokan petikan gitar nya tersebut yang begitu ramah untuk dicerna.  Kalo bisa sih dijadiin RBT atau nada dering panggilan kayaknya seru dan okeh beudddss... bahkan lagunya pun juga sudah sering diputar diradio dan ada juga yang sudah mulai di mix.



satu lagi deh.. alangkah indahnya negeri ini bila SELURUH PENGAMEN DI INDONESIA kalo ngamen pada bawain lagu ini... dan lagu-lagu lainnya yang mengandung sentilan kritik pada kondisi sosial/peristiwa yang sering terjadi di negeri ini. jadi ga melulu pengamen itu nyanyiin lagu Pop yang jadi tophits di sebuah acara musik pagi. hemsssss...
tapi nyanyian hanyalah nyanyian..lagu berasal dari beberapa kalimat bermakna. dan itu hanya format kata-kata dan hanya sebuah kata-kata saja. (apaan sih maksudnya &^%$%^##).


STOP!!berceloteng-teng... ayo dong penutupnya ahh.


Semoga dari adanya lagu yang jayus (kocak) dan mengandung kritik pedas,lugas ini, bisa membawa  perubahan sosial dalam masyarakat (khusunya Pemuda-pemudi) yang lebih baik untuk bisa lebih sadar pentingya sebuah penegakan "hukum" demi kebaikan kebenaran dan keadilan bersama di Indonesia.

Oleh : Gita Rizky Prodipta