Wednesday, March 28, 2012

Forum Rakyat Bersatu Demo Kenaikan BBM

Hidup kelas Buruh! Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!

Rabu (28/3/2012), Massa aksi beratasnamakan Forum Rakyat Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD kota Malang. Massa aksi ini terdiri dari dari SBSIM,SBDM,GMNI Malang, FMN, PMKRI, GMKI, IMM Malang, KOMMA, SMART, KMB, LMND, FORBAS, Triaksara-UB dan SPMS-M.

Diperkirakan jumlah massa aksi sebanyak 500 orang yang berunjuk rasa. FRB menuntut BBM secara nasional harus benar-benar ditolak. Sebelumnya pada tanggal 22 Maret sudah dilakukan tuntuan kepada seluruh perangkat daerah di kota Malang untuk menolak kenaikan BBM. Namun tuntuan sebelumnya dilakukan secara verbal, sehingga pada hari ini akan dilakukan permintaan tertulis pernyataan sikap. 

Salah satu dari massa aksi, menceritakan bahwa tuntutan nya di Pemkab Malang tidak mencapai hasil. Namun untuk yang di DPRD sedang dilakukan negosisasi dan sudah dikirimkan delegasi untuk bertemu langsung dengan pimpinan DPRD bersama wakil asisten pemkot Malang terkait tuntutan nya. "Secara sasaran, kami berharap mendapatkan dukungan dari ketiga organ pemerintah ini, yaitu Pemkab, Pemkot dan DPRD kota Malang",tambah pendemo.

"Aksi ini merupakan tuntuan marathon menggagalkan kenaikan BBM sebelum tanggal 1 April. Selain itu juga menyerukan untuk nasionalisasi dan kembali ke UUD 45 dan harus diwujudkan", jelas Haryo Kunto Wibisono. "Tenang saja, aksi ini tidak ricuh, dan aksi ini damai kok",tambahnya.

Massa aksi datang sekitar pukul 12.20 dan langsung berunjuk rasa di depan kantor DPRD kota Malang dengan barisan yang tertib. Dan sekarang ini sedang berorasi dan berdialog terbuka di depan kantor DPRD kota Malang.


Monday, March 19, 2012

Anjal #1

“Mas,njaluk duit mas”, pinta dua bocah kepadaku sambil memasang ekspresi wajah memelas. Aku yang sedang santai sambil menikmati segelas kopi susu di depan taman terhenyuh mendengar suara mereka yang terdengar begitu memendam kepahitan, sepahit kopi dalam cangkirku. Mereka berdua adalah kakak beradik yang selalu setia berpetualang demi melanjutan hidup mereka. Tanpa menggunakan alas kaki serta pakaian agak lusuh mereka tetap semangat menunjukkan keceriaan nya seperti susu yang menutupi kepahitan kopiku. mereka juga berusaha menutupi kepahitan dengan keceriaan. Sambil bercanda dengan kakaknya, mereka berdua melewati pelataran kelas administrator tersebut dengan percaya diri. Dengan permisi ramah dan menyodorkan tangan dibawah, mengemis iba mengharapkan uang dari setiap mahasiswa/i yang ditemuinya. 

Gila ya, mereka masih kecil udah nyari uang dengan cara meminta-minta. Ini teriakan lho! Dalam hening kepala gue bekerja, menggeleng-geleng. Anak kecil,yang seharusnya butuh  sekolah dan mainan. Kini, hak mereka harus berhadapan dengan sebuah kewajiban. Anak yang berbakti kepada orangtua adalah anak yang bisa membantu orangtua nya. Bekerja dengan meminta-minta adalah pilihan paling sederhana dan menghasilkan banyak uang juga. sungguh menjanjikan pasti pikir orangtua mereka. Ketimbang harus mencari kerja menjadi kuli bangunan atau menjadi pedagang asongan di jalanan, memanfaatkan anak untuk mengais iba dan mengumpulkan uang untuk biaya hidup adalah pilihan yang dianggap sangatlah tepat. Menjadi anak jalanan akibat dari kemiskinan keluarga, bukan pilihan sebenarnya.

Memberi uang kepada anak jalanan yang berkeliaran di kampus? Lalu besoknya ada lagi dan ada lagi. Bertahun-tahun kehidupan anak jalanan tersebut pun tidak pernah berubah. Uang receh tak bisa merubah pakaian lusuhnya menjadi pakaian mewah, uang receh tetap tak bisa membiayai pendidikan mereka sampai sarjana. Mereka masih tetap saja berkeliaran dikampus. Itu baru di lingkungan kampus. Bagaimana dengan di luar kampus dan daerah Malang lainnya? Sampai kapan nasib anak jalanan terus seperti ini? Adakah yang peduli dan mau ikut bergabung menjadi volunteer di Gerakan Save Street Child Malang? Mari bergerak dan Menggerakkan!

Follow Twitter 

@SaveStreetChild (Komunitas berjejaring peduli anak jalanan)

NB: SaveStreetChild Malang akan dibentuk struktur kepengurusan nya pada minggu ini. Sekarang ini baru terdaftar 20 orang volunteer yang bergabung menurut informasi dari  selaku koordinator SaveStreetChild Malang. Bagi yang mau bergabung bisa hubungi ke nomor hp nya Anita Mukti 085730065116. Mahasiswa FIA UB.
Pendiri SaveStreetChild : @sheilayla

Sakau

Dilatarbelakangi rasa kangen pada sang pelopor dari SMAN 101 pada khususnya 3IPA4. Saya cemburu, ketika saya meminta kawan-kawan yang memiliki data saat jaman SMA untuk dibagikan di grup kita, tetapi malah foto perpisahan. Ya, saya memang tidak ikut, cukup melegakan juga melihat wajah-wajah yang masih lugu dan polos yang belum terkena sentuhan idealisme mahasiswa,pemikiran2 stalin,nietzhe,karl-marx dan lain-lain. Hahaha,saya cuma bisa tertawa dan termenung, melihat foto-foto itu. Mengingat kekacauan yang pernah tercipta , tepat disebelah kanan ruang lab.bahasa, menyelami romantisme kehidupan jalan panjang selama 1 tahun di 3IPA4 penuh kesan,unik,menarik dan rasanya sah-sah aja kita hidupkan kembali romantisme tersebut.

Berbicara ihwal liburan, rasanya bersemangat sekali,baik menyambut apalagi liburan bersama orang-orang yang kita sayangi. okey,saya tidak mau berdebat maupun interupsi. Hampir sudah tutup buku 4 tahun kita menuntut ilmu lamanya. Tak sedikitpun aku merasakan kumpul bersama kalian tiap kali liburan semester. Mengapa? entahlah, mungkin jadwal liburan saya yang tidak sama dengan kalian semua, ataukah yang lainnya. hmm...

Roda-roda kehidupan sangat menggilas kadang mengesampingkan urusan untuk berkumpul. Berpacu waktu untuk segera lulus dari kampus nya! ketika sudah lulus apa yang terjadi? kita semua akan bekerja tentunya. Kemudian, dimana jatah kita,hak kita,atau hak saya yang menginginkan untuk berkumpul bersama-sama dengan kalian semua seperti disandera/dipasung?bukan main sulitnya. 

Beri saya sebuah hadiah sederhana dari kalian sebagai oase di tengah kejenuhan dan kegalau-an saya yang sedang skripsi atau hadiah bagi saya setelah menyelesaikan skripsi. Mengkoleksi suka cita,kekonyolan menggelitik,keautisan, dan senyuman lepas yang tulus dari kalian semua untuk saya untuk kemudian didokumentasikan di otak kiri menjadi "unforgetable experience". Pertanyaan nya adalah, apakah kawan-kawan semua ingin mewujudkan ini? Kawan saya ingatkan sekali lagi, ini bukan sekedar sebuah wacana, tapi keharusan dan juga bukan paksaan. Dari saya, pecandu "tarso" dan semuanya 3IPA4. 

Thursday, March 15, 2012

Pembacaan

Berlarilah tanpa lelah.. sampai engkau meraihnya. Sepotong lirik laskar pelangi yang dibawakan oleh Nidji.

Ya. Masuk dengan mimpi yang sama. Mimpi besar dengan harapan bisa terwujud. Terasa sulit. Tapi bukan seperti barang yang terlarang keberadaannya. Sudah hampir satu dekade, tidak mencapai masa keemasan di tahun 1998-2000. Generasi yang berbeda, zaman yang berbeda pula, permasalahan yang berbeda pula,cara menyelesaikan nya pun juga berbeda.

Lalu letak ketidakbisaan nya dimana? Seperti ejakulasi dini. Tidak klimaks.

Melakukan penetrasi saja tidak bisa dengan baik, apalagi orgasme. Khayal. Apakah penjabaranku vulgar? Akalku masih sehat kok.

Ada rasa kepuasaan, ada juga kegagalan. Tergantung dari mana menilainya.
Kerumitan yang kompleks, tapi aku begitu berharga menjadi bagian didalamnya. Aku menjadi manusia yang terlatih. Menjadi manusia yang berkembang. Tapi tidak cumlaude.

Wadah tempat untuk belajar, melatih insting(kepekaan) dan memilikit tanggungjawab yang besar. Namun itu semua tidak disediakan dengan paket belajar yang kita diinginkan.

Ini fakta. Bukan klise.

Tak ada yang lebih tahu. Hanya orang yang lebih dulu masuk. Bisa aja orang yang lebih dulu masuk, tidak lebih tahu dari anda. Lalu?

Sebagai teman belajar. Berbagi bareng. Seperti orang yang kelaparan, yang terpenting bagaimana caranya adalah bisa kenyang bareng. Itu contoh.

Bagaimana dengan keadaan suratkabar kita? Sudah meningkatkah jumlah pembaca nya? Ini teramat penting sebagai penghargaan. Tak perlu prestasi juara 1,2 atau 3.

Jika kita sebagai pemain. Ingat jangan bermain di dalam kandang terus. Seputar kampus yang dunia nya sempit. Wajar saja insting kita tipis lama-kelamaan. Tapi tidak begitu juga. Dunia pers yang begitu luas. Juga bukan mengabaikan kehidupan sehari-hari kita di kampus.

Orang selalu berpikir berita hebat adalah berita besar. Tidak juga! Padahal banyak perubahan besar yang bisa ditemukan dari hal-hal kecil. Radikal adalah jawaban nya. Radikal adalah media bermain yang luar biasa. Asal aktor didalam nya bisa mengendalikan dan membuat bisa. Ya,kalian sendiri.

Bukan dibungkam lalu diam. Tapi bekerja melawan. Karena dia oRA weDI diceKAL.

Surat Perasaan

Aku merindu. Mengutarakan yang sesungguhnya. Mengenali perasaan tanpa imbalan. -GRP-

Tak perlu keterampilan yang tinggi. Begitu intim tapi bukan juga gampangan. Begitulah 'Rindu'. -GRP-
 

Wednesday, March 14, 2012

Populer

Jeans, begitu kuat dalam mengekspresikan identitas. Merk yang bermain. Seperti jubah raja, dimana disitu ada makna kelas sosial. Ini merupakan nilai penting bagi anak muda. Sebagian anak muda lebih tepatnya. Dilihat-lihat kelompok sebagian ini makin luas, hampir beberapa kelas sosial pun menuju merk yang populer demi menyandang identitas. 
Petersaysdenim misalnya, tentu saja pabrikan jeans asal Indonesia ini cukup tenar di khalayak umum. Kekayaan semiotik dari nama,lambang dan produk nya mampu menarik banyak peminat awam. Serentak dan begitu fashionable.
Dimulai bermain di rumput Amerika. Sesuatu apapun bila sudah tenar di Amerika, akan tenar diseluruh dunia. Begitulah kecanggihannya. Menaruh perhatian penting dalam mengkonstruksi makna diri,identitas sosial dan hubungan sosial. 


Jeans dikaruniai ideologi. Produsen juga tidak bermaksud mempromosikan ideologi tersebut. Tapi ini merupakan cara ampuh untuk bertindak dan mendemonstrasikan produk nya. Menguntungkan. Masyarakat begitu loyal jika sudah begini, mengenal merk yang sudah terkenal.
Tak peduli finansial, yang penting puas.

Raisa

Raisa adalah fenomena. Penyanyi Indonesia kelahiran 1990 ini membuat hampir banyak orang memperbincangkan nya. Raisa Andriana, memiliki pita suara yang luar biasa juga penampilan,pembawaan nya yang sederhana menjadikannya luar biasa. Bukan cuma cantik, musik Raisa begitu menang. 


Foto by @Benakribo