Tuesday, January 18, 2011

Lagu Jayus untuk Gayus dan Fulus

Lagu ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan”


11 Maret
Diriku masuk penjara
Awal ku menjalani
Proses masa tahanan

Hidup di penjara
Sangat berat kurasakan
Badanku kurus
Karena beban pikiran

Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa
Tak bisa berbuat banyak
Seperti para koruptor

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Selanjutnya….Tarraaaaaaaangggggg..!!

Wow... kalo gue jadi juri di “Pengamen IndieFest”kemudian skala 10-100, gue akan ngasih nilai 100 buat pencipta sekaligus penyanyi dari lagu diatas. Dan otomatis jadi skor mutlak untuk menang..hhehehe
Hemmsss.. bukan karena apanya juga yeee? Tapi emang dari segi kualitas musik dan konten isi lirik lagunya nendangbanget…sipplah.

Well, pencipta lagu “Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” ini bernama Om Bona Paputungan. Beliau asal Gorontalo. Dan perlu diketahui loh, pria berkulit rada hitam ini mantan napi juga yang baru bebas. Makanya di bait awal lirik lagunya menjelaskan dia pernah masuk penjara. Dan ini merupakan pengalaman sesungguhnya.. a.k.a true story.

Menurut Djohan (2003 : 7-8), bahwa musik merupakan perilaku sosial yang kompleks dan universal yang didalamnya memuat sebuah ungkapan pikiran manusia, gagasan, dan ide-ide dari otak yang mengandung sebuah sinyal pesan yang signifikan. Pesan atau ide yang disampaikan melalui musik atau lagu biasanya memiliki keterkaitan dengan konteks historis. Muatan lagu tidak hanya sebuah gagasan untuk menghibur, tetapi memiliki pesan-pesan moral atau idealisme dan sekaligus memiliki kekuatan ekonomis. T.E.P.A.T dengan latarbelakang lagu tersebut dilahirkan untuk apa?hemmmmsss..

Lagu juga bagian dari seni loh, seni yang memiliki konteks untuk menginventariskan kejadian-kejadian yang dewasa ini tengah terjadi.
Nah langsung contohnya aja à  lagu ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan”.  Lagu dari sekian banyaknya lagu bersejarah dan berpengaruh yang pernah ada di Indonesia.
Judul lagu tersebut menyindir perlakuan hukum terhadap terdakwa mafia pajak gayus tambunan yang sampai saat ini sangat menyita perhatian publik gara-gara orang kerdil ini yang begitu hebatnya bisa holiday ke Bali dan luar negeri dengan menggunakan paspor palsu, padahal semestinya mendekam dalam penjara, kan??.

Lagu karya Om Bona ini begitu laris terdengar di telinga kita melalui televisi. Setiap salah satu media elektronik yang memberitakan soal kasus Gayus Tambunan pasti ada tayangan video klip ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” tersebut.

Yuukk..mengulas  sebagian dari lirik lagu ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” yaitu,


Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa Tak bisa berbuat banyak Seperti para koruptor


Menurut gue bahwa, seorang gayus dengan gelarnya yaitu KORUPTOR bisa melakukan apa saja sesuai kehendaknya(ahh ini mah udah basi,git).  emang sih kebanyakan koruptor tuh ingin mendapat perlakukan yang berbeda (istimewa) dan hal ini diamini pula oleh aparat penegak hukum kita, gila gak sih??damn!!. Masih ingat dengan kasus arthalita? Ruangan penjara khusus serba terfasilitasi dengan lengkap. Dan bagaimana dengan napi yang notabene-nya orang lemah a.k.a biasa-biasa aja? ~mereka hidup diruangan yang serba terbatas dan sempit. Belum lagi juga harus menghadapi tekanan dari sesama napi lain di dalam satu ruangan.
Tapi HAMK (Hak Asasi Manusia Koruptor) lebih diperhatikan daripada hati nurani dirinya sendiri sebagai penegak hukum bahwa "lo sebagai aparat penegak hukum jangan mau dijadikan komoditi subur bagi para napi koruptor yang bergelimang harta!!" persetan lah aparat penegak hukum adalah orang yang nomor satu urusan MORAL dan gembar-gembor ngomong KEADILAN. cuiihhh! Sekali lirik, lobby dikit, yang penting asyik, langsung dah lupa sama jeritan rakyat.  
Kemudian diperjelas lagi opini diatas dengan  lirik sebagai berikut,


Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli

Dan apa? Ternyata hukum kita bisa dibeli L miris sekali mendengarnya.
Sangking lucunya..ada-ada saja plesetan yang dibuat oleh para kreator sotosop kaskuser terhadap foto gayus tambunan dan tokoh-tokoh lainnya yang menjadi pemberitaan publik. (pemberitaan yang negatif aja loh) . dan kalian semua pengguna jejaring sosial seperti kaskus,facebook,twitter juga udah pada ngerti gambar-gambar plesetan-nya yang kayak gimana aja.

Hukum masih bisa dibeli?ooou..tidak bisaaa. Bisaa ko, coba aja di indonesia. Ga percaya? MURTAD loe ! hahaha
*iklan

“no problem”. Dengan modal duit segepok akang Gayus bisa lenggang kangkung keluar masuk jeruji besi,beton,marmer,hutan,dan lain-lain lah pokoknya. Dan perlu diketahui untuk bisa keluar penjara aja, setidaknya akang Gayus harus mengeluarkan uang sebesar Rp.50 juta sampai Rp. 60 juta per bulan Man…!! ditambah lima hingga enam juta rupiah untuk penjaga rumah tahanan. Daaaann… menurut harianberita.com  total uang yang sudah dikeluarkan Gayus sejak Juli 2010 sekitar Rp. 368 juta untuk menyuap Kepala Tahanan Mako Brimob Komisaris Polisi Iwan. Setiap keluar tahanan Gayus pun mengeluarkan satu hingga Rp. 1,5 juta.
Sebelumnya dalam mega skandal mafia pajak yang kini masih berproses hot-hot-nya, Gayus juga telah menggelontorkan uangnya hingga Rp. 20 miliar untuk polisi, jaksa, hakim, dan pengacara. Rata-rata mereka mendapat lima miliar rupiah. Wew…bayangin uang segitu banyaknya??*ngiler..cessss
Uang miliaran milik rakyat akan habis dimakan oleh koruptor-koruptor dalam pajak ini, dibanding mafia hukum dan mafia pajak.

Dan Gayus benar-benar bagai jadi ATM berjalan bagi penegak hukum(anjirrrr..!!). Inilah sebuah ironi di negeri ini bahwa uang bisa membeli segalanya.
Semua bisa dibeli dengan uang Bung!! Yoiiksss… :D

Lagu Andai Aku Jadi Gayus Tambunan, akan menjadi saksi sejarah dari lahirnya mega kasus mafia pajak yang begitu memilukan dari sekian pilu-nya bencana di Indonesia. Yang  nantinya bakal terus terekam di memori kita.
Kritikan dari lagu tersebut juga merupakan sebagai reaksi gambaran terhadap lemahnya kondisi  penegakan hukum di Indonesia saat ini. Hemmmss..dan lantunan lagu Om Bona ini terus berdengung di televisi dan sangat menghibur bagi kita semua, entah itu karena kelucuan dari visualisasi video klip nya atau kocokan petikan gitar nya tersebut yang begitu ramah untuk dicerna.  Kalo bisa sih dijadiin RBT atau nada dering panggilan kayaknya seru dan okeh beudddss... bahkan lagunya pun juga sudah sering diputar diradio dan ada juga yang sudah mulai di mix.



satu lagi deh.. alangkah indahnya negeri ini bila SELURUH PENGAMEN DI INDONESIA kalo ngamen pada bawain lagu ini... dan lagu-lagu lainnya yang mengandung sentilan kritik pada kondisi sosial/peristiwa yang sering terjadi di negeri ini. jadi ga melulu pengamen itu nyanyiin lagu Pop yang jadi tophits di sebuah acara musik pagi. hemsssss...
tapi nyanyian hanyalah nyanyian..lagu berasal dari beberapa kalimat bermakna. dan itu hanya format kata-kata dan hanya sebuah kata-kata saja. (apaan sih maksudnya &^%$%^##).


STOP!!berceloteng-teng... ayo dong penutupnya ahh.


Semoga dari adanya lagu yang jayus (kocak) dan mengandung kritik pedas,lugas ini, bisa membawa  perubahan sosial dalam masyarakat (khusunya Pemuda-pemudi) yang lebih baik untuk bisa lebih sadar pentingya sebuah penegakan "hukum" demi kebaikan kebenaran dan keadilan bersama di Indonesia.

Oleh : Gita Rizky Prodipta

Tuesday, November 30, 2010

DEADLINE..OH..DEADLINE

- DEADLINE MENGURAS OTAK , MENGURAS JATAH TIDUR, MENGURAS TENAGA, MENGURAS ISI DOMPET, MENGURAS ISI ROKOK, MENGURAS BERJERSOS -

Tuesday, November 23, 2010

Dan Ternyata MASOCHIST

Kata ini sangat asing terdengar di telinga saya, bahkan saya juga tidak tahu artinya juga (yaiyalah, namanya aja juga asing gimane mau ngerti artinya apaan,git! :D hehehe ).

"MASOCHIST"
well, untuk posting kali ini saya ingin membahas tentang "MASOCHIST".

Awal mula saya mendengar kata ini adalah dari teman seorganisasi saya yaitu Triana . dia juga blogger dan cukup aktif.

okey, kembali ke kursi lagi..kita ngebahas apa sih itu "Masochist" ??

Karena saking penasarannya tentang arti dari "Masochist",saya berniat mencari tahu untuk mengetahui arti dari "Masochist". Menurut salah satu sumber yang saya dapat Masochist adalah seseorang yang memperoleh kepuasan seksual bila disiksa baik secara emosional maupun fisik oleh orang lain atau dirinya sendiri. Namun dalam hal ini, bisa juga ditujukan kepada orang yang suka menyiksa dirinya sendiri.

agar lebih mudah dimengerti, ada beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari yang tergolong dalam MASOCHIST. Ada dua hal kebiasaan yang begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari namun bisa jadi dikategorikan sebagai masochist, yaitu:

1. Kopi
Banyak orang mengkonsumsi kafein, pasti dikarenakan berbagai macam hal, mulai dari mengatasi rasa kantuk, menenangkan pikiran, membantu kita agar lebih bisa konsentrasi atau bisa dikarenakan "kebiasaan" semata. I mean coffee doesn't work anymore! but we still can't deny to have a cup!. Balik ke pribahasa "bisa karena biasa", kebiasaan itu menimbulkan perasaan kurang/hilang/addict jika kita lewatkan. Pribadi, gue sudah tidak bisa merasakan efek positif dari kafein, bagi saya kafein hanya memuaskan indra pengecap saja, dan efek negatifnya (maag dll) bukanlah penghalang. Sound silly rite? tapi disinilah arti masokisme yang saya maksud - menyukai hal yang membuat sakit!

2. Rokok
Gue perokok, bahkan bisa dibilang perokok berat! kemudian hampir semua orang dibelahan bumi manapun pasti mengerti dan paham mengenai efek dari nikotin. Tapi bisnis tembakau m asih berkilau, spot spot iklan pun mendapat posisi yang cukup tinggi & mahal. Bahkan rokok menjadi simbolisasi tertentu oleh banyak orang. Kalau ditanya apa alasannya gue juga tidak tahu, yang jelas ke-negatif-an sudah berhasil membuat kita  nyaman, dan kenyamanan jelas jelas membuat kita buta dan terbelenggu. Seburuk buruknya dampak yang diberikan tetap saja perokok rela membakar sebagian penghasilan mereka hanya untuk menikmati "kepulan asap"!


#Masochist



Monday, November 15, 2010

Celana Pendek, katanya sih tak ber-Etika?

Wew..menggelitik banget, cuma bisa tertawa kecil.

dan sempet kaget, serta HERAN juga.

sebelumnya saya ingin menunjukkan gambar foto dulu, pertanyaannya apakah anda kenal dengan orang dibawah ini? saya yakin anda pasti mengenalnya, orang yang berperawakan sangat simple dan gak ribet ini .


yaaa.. beliau adalah "Bob Sadino" yang akrab dipanggil Om bob. seorang pengusaha sukses asal Indonesia. dan dalam banyak kesempatan mengisi acara, Om bob pun juga sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek dan itu yang menjadi ciri khasnya dikenal banyak orang.

intermesso selesai..hhahaha.


singkat cerita.
nah, setelah DIANNS mengisi krima fia dimana salah satu personil LPM DIANNS ada yang memakai celana pendek dalam DJ krima fia (yang sangat formal) terjadi peristiwa seperti ini.


Ket : 
MB : Mahasiswa Baru 2010
D : DISMA (Panitia krima fia)
DJ : Diklat Jurnalistik
PANJI : Humaidy Sholeh

#PART 1
diakhir acara KRIMA FIA UB, pada forum evaluasi dimana "D" menegur "MB" (yang berjumlah ratusan) di dalam ruangan. dan di dalam ruangan tersebut hanya ada "MB" dan "D".(menurut info yang ane dapet sih gitu)


"Kalian tahu pemateri tadi yang memakai celana pendek?" MB menjawab, iya tahu. 
"Kalian paham etika kan? MB menjawab, Paham.
"Terus kenapa kalian diam saja?masa dari sekian ratus orang disini tidak ada yang berani untuk menegurnya? *MB hanya diam saja.


Ane pun berbicara,

loh..loh?maksudnyeeee?
etika apaan sih? terus apa alasannya MB harus menegur? 
apa yang salah dengan orang yang mengenakan "celana pendek" ?


SEDIKIT DARI SAYA BERPENDAPAT *
wew..tegas sekali ya pernyataan diatas. sampai-sampai saya merinding juga mendengarnya deh.hmm..
baik, saya akan menceritakannya berdasarkan informasi yang saya ketahui.

Kalimat pertanyaan dan pernyataan yang saya tebal hitamkan tersebut, itu ditengarai karena dalam suatu acara KRIMA FIA rekan saya yang  berinisial "Panji", demikian saya menyebutnya. Si Panji menggunakan celana pendek sendiri, dan berbeda dengan rekan-rekan lainnya. saya juga mengingatkan, bahwa si Panji itu bukan sebagai pemateri tapi moderator. Dan kegiatan DJ yang dilakukan dari kawan-kawan LPM DIANNS tersebut ternyata menyisakan sedikit masalah bagi pihak yang terkait. (mudah-mudahan masalahnya sedikit).

Ada apa dengan si "D" ?

Pada kesempatan acara tersebut dari pihak panitia dari divisi "D" mencoba mengkritisi hal tersebut dalam sebuah forum evaluasi.
*maaf saya tidak tahu-menahu isi forum evaluasi tersebut dengan jelas bagaimana didalamnya.
dan saya sendiri juga ingin beropini, boleh dong? *pak RT aja ga ngelarang..apalagi Mr.Twitter,hahaha.


Dalam sesi forum evaluasi tersebut, "D" tetap selalu menekankan apa itu etika kepada MB sejak awal OSPEK hingga KRIMA berlangsung.  
Berdasarkan pengamatan yang saya ketahui adalah, kawan-kawan MB diajarkan untuk belajar disiplin waktu, berpakaian yang rapih (menggunakan almamater, nametag, kaoskaki, ikat pinggang,dll), menghargai dan menghormati (menyapa kepada panitia ospek apabila berpapasan) dan sebagainya lah.
  
"celana pendek" itu tidak pantas?? 
sedikit mengulas apa itu etika?etiket?dan estetika?
Menurut K. Bertens, Etika adalah niat, apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. 
Etiket adalah perilaku yang dianggap pas, cocok, sopan, dan terhormat dari seseorang yang bersifat pribadi. 
Etiket bersifat sangat relatif. Tidak sopan pada suatu kelompok masyarakat tertentu, bisa jadi tidak menjadi masalah pada kelompok masyarakat lain. 

nah, beberapa pengertian diatas cukup jelas artinya kan, dan kawan-kawan sudah bisa membedakannya.
yuk, mulai mengulas si "celana pendek"?
berhubung si celana pendek itu bagian dari berpakaian. mari kita pahami etiket berpakaian itu seperti apa?
Etiket berpakaian :
1. Menutup Aurat Bagian Tubuh

2. Sesuai Dengan Tujuan, Situasi dan Kondisi Lingkungan
3. Tampak Rapi, Bersih, Sehat, dan Ukurannya Pas
4. Tidak Mengganggu Orang Lain
5. Tidak Melanggar Hukum Negara dan Hukum Agama

saya pikir, dari lima point diatas tidak ada yang dilanggar. :D
kemudian dalam hal ini, etiket berhubungan juga dengan yang namanya Estetika. karena pada estetika ini menyangkut kepada manusia nya atas apa yang digunakannya(jenis pakaian,asesories,dll).
Estetika itu sendiri pengertiannya adalah suatu pandangan mengenai pantas atau tidak pantasnya sesuatu ditinjau dari sudut keindahan dan kegunaan.
pantas menurut si pengguna, dan tidak pantas bagi si "D". bagi audience (MB) bagaimana? sepertinya juga tidak mempermasalahkannya. simple kan?

dan saya pikir acara tersebut juga tidak begitu formal, karena dalam satu ruangan semuanya berstatus mahasiswa. selanjutnya mengapa si "D" mempermasalahkannya?
yang penting kan penampilan nya tidak mengganggu jalannya acara DJ krima fia. yang terpenting kan materi yang disampaikan toh?
cosus(contoh kasus) : bagaimana jika dirubah, orang tersebut rambut nya dicat berwarna namun menggunakan celana panjang?  atau rambut tidak diwanai, menggunakan celana panjang, tetapi menggunakan sendal jepit?


saya menilai hal ini si "D" sudah melampaui dan mencampuri hal pribadi orang lain/kelompok dalam berpenampilan.
urusannya apa? kalian mau mendisiplinkan,mengatur kami?
atau maksud dari forum evaluasi tersebut, kalian ingin mengajarkan kepada MB untuk mendisiplinkan kami? begitukah?
urgensinya itu apa sih sampai-sampai "penggunaan celana pendek" saja koq dipermasalahkan?
memangnya ada kode etik untuk pengisi acara?

batasan-batasannya apa?
terimakasih!

Thursday, November 4, 2010

Tips Belajar Orang Yahudi


Kita telah mengenal bangsa Yahudi sebagai bangsa yang cerdas. Kita mengetahui bahwa mereka hampir menguasai seluruh bidang seperti pendidikan, media, ekonomi, hiburan, dan lain sebagainya. Dari poin tersebut telah banyak muncul pertanyaan dan juga penjelasan, mengapa mereka bisa sedemikian cerdas. Saya telah membaca salah satu buku yang juga mengulas tentang hal tersebut. Buku tersebut berjudul “Jerome Becomes Genius, Mengungkap Rahasia Kecerdasan Yahudi”, sebuah buku tulisan Eran Katz.
Eran Katz sendiri merupakan seorang Yahudi yang juga memegang Guinness Book of World Record for Memory Stunts sebagai orang yang mampu mengingat banyak hal dengan kecepatan super tinggi. Di sini Eran memperkenalkan suatu kerangka berpikir yang sederhana dan mudah diikuti tentang cara para rabi (pendeta Yahudi) ataupun tokoh Yahudi menanamkan kebijakan mereka kepada masyarakat umum.
Perlu anda ketahu bahwa hal yang akan saya ulas di sini adalah poin-poin penting atau ringkasan dari kesimpulan yang saya dapat dari membaca buku tersebut. Baiklah, kita mulai saja.
15 Saran dan Teknik Yahudi untuk Mengembangkan Daya Ingat yang Luar Biasa.
  1. Bersandarlah pada daya ingat anda, dan yakinlah padanya.
  2. Tulislah dengan jelas, pakailah tinta hitam di atas kertas putih.
  3. Belajarlah bersama seorang hevrutah (pasangan belajar), dengan suara keras dan bernada.
  4. Belajarlah ketika sedang berjalan atau bergerak bolak-balik. Lakukan itu dengan hati gembira.
  5. Belajarlah di tempat yang menginspirasi anda, sebuah tempat yang agan inginkan.
  6. Hindari gangguan-gangguan yang hanya akan mengalihkan perhatian anda.
  7. Gunakan teknik-teknik konsentrasi, yaitu doa, sebuah lagu, atau hal-hal memotivasi lainnya.
  8. Mulailah belajar dengan membaca sesuatu yang ringan dan menarik.
  9. Lebih baik belajar dua jam ketika anda sedang penuh energi daripada belajar selama lima jam ketika anda sedang kelelahan.
  10. Ketika anda belajar, naikilah gelombangnya dan mengalirlah bersama materinya. Ketika anda kehabisan energi , istirahatlah dan biarkan pikiran anda beristirahat sepenuhnya.
  11. Rangkumlah gagasan dan konsep-konsep dengan menggunakan kata-kata kunci yang akan memicu daya ingat setelahnya.
  12. Ciptakan rangkaian kata-kata kunci dengan menggunakan sebuah cerita yang berkaitan.
  13. Aturlah materi secara logika, dalam kelompok-kelompok, secara kronologis, dan seterusnya.
  14. Gunakan akronim, simbol-simbol yang kontras dan simbol-simbol yang paralel.
  15. Sering-seringlah mengulangi dan berlatih kembali.
*mengutip tulisan Ryan Pangelah

Saturday, September 25, 2010

Cantiknya Keroncong-Ku (Wajah Indonesia)

-->
 “Betapa mudahnya kita menerima kebudayaan baru. Dan begitu mudahnya pula kita melupakan budaya warisan asli bangsa ini.”
-->
Salah satu kebiasaan buruk sebagian masyarakat Indonesia saat ini adalah, tidak menjaga atas apa yang sudah dimiliki nya. padahal tidaklah mudah untuk melahirkan suatu mahakarya budaya indonesia yang sangat istimewa ini. Keroncong menjadi musik yang sangat digemari pada tahun 1950-an. Kehadiran musik keroncong pada saat itu sangat memiliki makna yang mendalam bagi indonesia. karena musik keroncong pada saat itu dianggap sebagai musik pemersatu dari berbagai etnik Indonesia yang pastinya memiliki beragam musik khas daerahnya masing-masing. Sehingga untuk menerima jenis musik dari antar daerah tidaklah mudah, tetapi Keroncong menjadi pahlawan atas polemik yang terjadi pada saat itu.
Mungkin hampir semua bangsa indonesia pernah mendengar salah satu lagu keroncong yang sangat populer namanya hingga saat ini, yaitu Bengawan Solo. Yang merupakan buahkarya yang monumental dan abadi dari seorang seniman yang bernama Gesang. Ya, beliau adalah seniman Indonesia yang mampu menghasilkan karya musik keroncong hingga mendunia. Betapa bangganya Ibu Pertiwi pada beliau yang bisa memperkenalkan budaya indonesia kepada dunia melalui musik. Namun rasa bangga ini tidak dirasakan dan dimiliki oleh seluruh generasi muda Indonesia sekarang. 
Alunan musik keroncong yang sangat harmonis dan sangat menetenteramkan hati ini, ternyata masih belum mendapatkan posisinya dibelantika musik Indonesia. Musik keroncong terasa redup dan tidak bersinar lagi karena terus tergerus oleh arus globalisasi dan modernisasi ini. Pengaruh dari dua arus tersebut sangat besar efeknya. Yang pada kenyataannya sebagian masyarakat indonesia lebih cenderung menyukai musik modern budaya barat yang kini lebih mewarnai nuansa musik di Indonesia. apalagi kebanyakan pelakunya adalah anak muda.
Di lain sisi, ternyata tidak hanya alunan musiknya saja yang bagus. Tetapi kandungan yang dibawa dari musik keroncong itu sendiri juga membawa pesan moral dan perjuangan nilai luhur budaya bangsa.  Tapi mengapa musik budaya barat lebih banyak diminati dan dikembangkan ketimbang budaya asli Indonesia salah satunya adalah Keroncong. Saya menjadi bertanya-tanya sendiri, apakah karena lagu-lagunya kurang enak didengar? Atau mungkin karena keroncong merupakan musik asli dari tanah jawa yang kemudian dalam menyanyikan lagunya juga memakai bahasa asli Jawa sehingga penikmat musik yang tidak mengerti bahasa jawa akan bingung mendengar maksud arti lagu tersebut.
Melangkah jauh daripada itu, musik keroncong pun juga semakin berkembang seiring berjalannya waktu dan zaman. Dan sedikit bercerita, pernah ketika saya melakukan perjalanan sendirian ke kota Solo sekitar empat minggu lalu. Mencoba menikmati keindahan malam dan keramahan kota Solo sambil berjalan kaki, tak sengaja saya melewati jalan yang ditutup karena tempat tersebut menjadi pagelaran Solo Keroncong Festival. Tidak berpikir panjang saya langsung memasuki area festival tersebut dan cukup ramai oleh masyarakat kota Solo dan penikmat musik keroncong. Apa yang saya rasakan ketika mendengar alunan musik keroncong itu? Saya langsung merinding mendengarnya, bukan karena tidak enak tetapia kekuatan dari musik keroncong itu sendiri bisa membuat saya kagum karena keharmonisan musik keroncong yang sangat indah ketika mendengarnya. Dan acara festival keroncong tersebut diramaikan oleh para penyanyi top keroncong dan pegiat musik keroncong di seluruh indonesia, seperti Waljinah, Mus mulyadi, Iin Indrayani, dan HAMKRI (Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia). salah satu anggota HAMKRI dari sumatera dimana mereka tetap memainkan instrumen keroncong tapi mereka juga membawa ciri khas budaya aslinya yaitu dengan memainkan instrument keroncong dengan bahasa asli Sumatera dan ditambah alat musik asli dari daerah sana. Dan apa yang bisa saya katakan? Musik keroncong tetap tidak kehilangan warna musiknya walaupun sudah dibawakan dengan bahasa,lagu daerah yang berbeda namun musik keroncong tetap santun, lembut, harmonis di dengar telinga. Bahkan pegiat musik keroncong sekaligus pengisi ada dari luar Indonesia yaitu dari Malaysia dan Singapura.
Singkat cerita saya diatas, bahwa negara lain saja pun menyukai musik keroncong Indonesia bahkan mereka mempelajarinya juga. Jika kondisi ini terus berlangsung dan dibiarkan entah sampai kapan bangsa ini masih mempunyai harga diri dan bermartabat. Bisa-bisa warisan budaya kita yang istimewa ini bisa hilang dan punah karena tidak ada yang meneruskannya.
Harapannya , anak muda sekarang mulai membuka,mata,hati dan telinga nya masing-masing. Ini loh kebudayaan asli Indonesia yang tidak terkira keindahannya. Coba kita mulai sekarang mencari dan mengoleksi lagu-lagu keroncong dan mulai mengurangi mendengarkan musik budaya barat. Bukan berarti kita tidak mengikuti perkembangan musik luar, hanya saja penting rasanya bila  Anak muda juga tidak perlu khawatir karena musik keroncong itu terbatas aliran musiknya. Tidak, sekarang musik keroncong sudah bisa dipadukan dengan jenis aliran musik lain seperti keroncong pop, keroncong dangdut, dan keroncong rock. Walau telah dipadukan, keroncong tetaplah keroncong dengan ciri khas nya. Musik keroncong sebagai identitas bangsa, bahkan sudah menjadi wajah Indonesia. sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan krisis rasa memiliki warisan budaya asli Indonesia kemudian melestarikannya karena bagaimanapun kita sebagai anak bangsa memiliki kewajiban penuh untuk itu dan sebelum memulai melangkah menuju sebuah harapan, menggelorakan semangat ke-Indonesia-an itu harus terus kita tanamkan. Dan secara sederhana mari kita katakan “MUSIK KERONCONG INDONESIA ITU ASIIKKK YAAHH”.

*tulisan ini pernah dilombakan dan juara 1 pada lomba essay yang diselenggarakan BEM FIA UB 2010

Thursday, September 2, 2010

Sajak Pertemuan Mahasiswa

Oleh : W.S. Rendra





Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.
Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini memeriksa keadaan.
Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”
Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”
Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.
Tentu kita bertanya : “Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”
Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?
Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Malam akan tiba. Cicak-cicak berbunyi di tembok.
Dan rembulan akan berlayar.
Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.
Dan esok hari matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.
Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.
Atau masuk ke sungai menjadi ombak di samodra.
Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita berdiri di pihak yang mana !
Jakarta 1 Desember 1977
Potret Pembangunan dalam Puisi
Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta, dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta”, yang disutradarai oleh Sumandjaja.
sumber : Nusantaranews
Kiprah WS Rendra sebagai penyair, dramawan, budayawan, dan pengkritik sosial terkemuka Indonesia kontemporer, akan terus dikenang. Kritik sosial Rendra yang dituangkan dalam puisi dan drama akan terus mengentak untuk jangka panjang, sekalipun Burung Merak ini sudah terbang tinggi ke balik cakrawala hari Kamis dalam usia 74 tahun. Pengaruh karya seninya akan jauh melewati batas usianya, lebih-lebih karena memang karya seni itu abadi sementara hidup manusia pendek, ars longa, vita brevis . Sebagai kenangan atas jasanya dalam dunia susastra Indonesia dan kevokalannya melakukan kritik sosial. (Kompas).