Wednesday, March 14, 2012

Raisa

Raisa adalah fenomena. Penyanyi Indonesia kelahiran 1990 ini membuat hampir banyak orang memperbincangkan nya. Raisa Andriana, memiliki pita suara yang luar biasa juga penampilan,pembawaan nya yang sederhana menjadikannya luar biasa. Bukan cuma cantik, musik Raisa begitu menang. 


Foto by @Benakribo


Legipait

Jari-jari nya begitu lentur menari bersama tuts-tuts electric piano. Menangkap kehangatan kota diantara rintik hujan. Basah. Mendiamkan juga memecah keheningan dan  kebekuan suasana. Gadis itu memainkan lagu possibility di akhir pertunjukkan nya.

Rumah  ini begitu ramah. Arsitektur yang menujukkan wajahnya sudah berumur tua dan isi propertinya. Tetap terjaga, utuh seperti asli nya. Penampilan nya yang tetap bisa bertahan dalam zaman metropolis yang terus mengamplas budaya.

Senin adalah waktunya ‘live music’ dan rabu adalah ‘telling story’ dan kamis ada ‘garage sale’. Lalu hari lainnya ada apa?

Mengobrol sambil menikmati kopi racikan khas nya. Itulah aktivitas hari-hari lainnya. Sebuah obrolan kehidupan yang manis. Interaksi bertemu dengan orang baru merupakan sesuatu yang manis. Dan kopi adalah penyeimbang sebagai pahit. Sehingga kopi itu tidak terasa pahit jika ada sebuah obrolan/aktivitas. Legi dan juga pait. Dalam  bahasa jawa. Manis pahit atau mungkin pahitmanis.

Kesatuan yang komplit. Music, stories, coffee. It's all in Legipait. Hmm..
Bayangkan saja. Ini berbeda dari yang pernah ada.


Menyeruput kopi seperti dirumah sendiri, pengunjung lainnya ibarat teman-teman anda sendiri yang datang pesta dirumah anda. Penuh kebersamaan. Romantis.

Rumah klasik
Gaya tua semangat muda
Menemukan sesuatu yang engga pernah kalian temukan sebelumnya
Keceriaan manis tanpa pahit.
Begitulah aku mengartikan ‘Legipait’.

Kini

Jika awalnya, "techne" bagian dari usaha untuk memahami dunia, kini tampaknya teknologi menjadi bagian dari usaha mengaburkan dunia. 

Mempermudah..
Menarik sekali untuk disetubuhi..Daya tarik nya besar sekali.

Terlena..
Urusan manusia yang pokok bahkan terlewatkan.
Jangankan itu, urusan pribadi pun untuk bersama jadi terbengkalai.Sungguh, teknologi magnet terbesar saat ini.
Berpenampilan secepat perkembangan teknologi.
Semuanya harus serba cepat. Setia pada teknologi.
Tak terhindarkan. Tapi saya tak mau terbelakang.
Apakah saya telah dikuasai teknologi?

Wednesday, March 7, 2012

Logat

Kali ini tentang bahasa. Bahasa betawi.

Bahasa yang menurut saya kurang enak didengar. Dalam hal apa? Apalagi sebagai pengajar. Lucu juga memang. Tapi tetap saja tak pantas. Karena pengajar harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam menyampaikan materi nya,bukan bahasa daerah nya.

Logat? bawaan suara dasar. Aku pikir logat bisa diubah, karena itu kebiasaan. Tak masalah, yang penting pandai-pandai lah beradaptasi. Tak bisa diubah? Bisa.

Bahasa seperti kau berbicara dengan kawan, orang dirumah,sah-sah saja kau menggunakannya. Tapi tidak untuk hal-hal resmi. Ini suatu bentuk ketidaksukaanku dan ketidakterimaanku. Bahkan ini merupakan ketidakmampuanmu dalam berdialek bahasa resmi.

Bukan gaul juga. Tapi norak. Sadari itu.

Pameran perlawanan

02.23 AM March 7 2012
Bercumbu dengan kawan dengan berbagai wacana yang random. Segar sekali. Dimulai dengan foreplay seputar kampus, pendidikan,konspirasi dunia hingga kesamaan ingin berwirausaha.
Ya, aku bosan hidup serba kekurangan. Kekurangan apa saja. Yang jelas aku kekurangan. Wajar saja, karena aku adalah manusia. Tak pernah puas, tak pernah merasa cukup. Ketika merasa lebih pun, masih merasa tidak puas. Dehidrasi informasi dan materi.

Aku kapitalisme. Begitu aku nyaman mengistilahkan nya. Dan dirimu?
Berlangsung cukup lama. Katanya, bumi ini tak ada waktu. Lho? Bagaimana bisa? Iya, kau pikir saja sendiri. Makanya baca filsafat. Ah, dia langsung berbalik. Entah karena itu efek dari mushroom yang dikonsumsi nya masih ada atau memang dia merasa tidak seperti seorang raja/filsuf. Imajinasi bermain.

Hmm..ternyata masih ada saja yang lugu. Tipe yang suka menyimak. Sedikit bicara, namun penuh cerita menarik didalam dirinya. Oh, anak ini memang benar tak tahu hal banyak. Hal banyak yang seperti apa? Terserah. Apa saja. Terkejut setelah tahu bahwa dia begitu menarik untuk mendalami freemason.
Ada-ada saja memang. Akhirnya buku seperti itu pun laku juga ditangan anak yang lugu. Anak yang tak lugu bacaan nya apa? Ya masih mayor lah. Bisa saya bilang follower lah.

Begitulah kondisi hari ini, yang saya lihat. Begitu banyak orang yang menjadi follower. Ikut arus dan tak punya pendirian. Bagaimanapun budaya populer tak bisa dicegah oleh kebanyakan orang segala umur. Melahirkan kelas-kelas sosial baru. Sangat kuat. Pentingkah? Eksploitasi.

Demi menyandang sebuah makna dan indentitas individual maupun komunitasnya. Menyadari kah? Secara serentak iya, dan menempatkan sendiri dimana letak nya ruang hidup.

Rumput barat Eropa atau Asia, terus menekan kita semua dalam kehidupan. Parahnya ini berkembang secara luas. Budaya dan kerumitan nya. Budaya sepaket dengan kecanggihan. Budaya yang memberikan identitas sosial. Bentuk apa yang anda inginkan dan cocok?

Melangkah keluar , lakukan sebuah pertukaran. Menaruh perhatian pada makna dan nilai.  Bersekongkol dengan ideologi tersebut. 

Wednesday, February 22, 2012

Sekumpulan huruf

Aku menganalogikan nya dengan abjad.

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Serangkaian partikel huruf tersebut adalah Cinta.

Sekumpulan huruf,yang bisa dituliskan menjadi suatu bahasa. Dengan aneka pemahaman dan keinginan. Huruf-huruf tersebut itu hidup dalam kehidupan kita. Kita hidup bersama huruf, dan artinya kita hidup bersama cinta. Abjad tersebut bisa melahirkan banyak suku kata. Seperti cinta yang selalu memberikan kehidupan. Dalam kumpulan huruf tersebut, cinta memiliki tiga cara bagaimana ia bisa hadir. Cinta ada karena sebuah tulisan,yang bisa kita baca. Abjad yang bersatu membentuk bingkai kalimat yang indah yang dapat dinikmati oleh mata. Abjad yang bisa mengeluarkan bunyi yang dapat didengar oleh telinga. Kemudian abjad yang diterjemahkan oleh sentuhan jari-jemari yang dapat dipahami oleh ”hati”.  Demikian pula rasanya cinta yang datang atau pergi dapat menghujam perasaan hingga ke akar-akarnya. Mengenali penderitaan atau kelembutan. 

Friday, February 17, 2012

Never hesitate to stir debate, but do not become emotional or confrontational, always have a reason for the dialogue you arouse.