Monday, March 19, 2012

Sakau

Dilatarbelakangi rasa kangen pada sang pelopor dari SMAN 101 pada khususnya 3IPA4. Saya cemburu, ketika saya meminta kawan-kawan yang memiliki data saat jaman SMA untuk dibagikan di grup kita, tetapi malah foto perpisahan. Ya, saya memang tidak ikut, cukup melegakan juga melihat wajah-wajah yang masih lugu dan polos yang belum terkena sentuhan idealisme mahasiswa,pemikiran2 stalin,nietzhe,karl-marx dan lain-lain. Hahaha,saya cuma bisa tertawa dan termenung, melihat foto-foto itu. Mengingat kekacauan yang pernah tercipta , tepat disebelah kanan ruang lab.bahasa, menyelami romantisme kehidupan jalan panjang selama 1 tahun di 3IPA4 penuh kesan,unik,menarik dan rasanya sah-sah aja kita hidupkan kembali romantisme tersebut.

Berbicara ihwal liburan, rasanya bersemangat sekali,baik menyambut apalagi liburan bersama orang-orang yang kita sayangi. okey,saya tidak mau berdebat maupun interupsi. Hampir sudah tutup buku 4 tahun kita menuntut ilmu lamanya. Tak sedikitpun aku merasakan kumpul bersama kalian tiap kali liburan semester. Mengapa? entahlah, mungkin jadwal liburan saya yang tidak sama dengan kalian semua, ataukah yang lainnya. hmm...

Roda-roda kehidupan sangat menggilas kadang mengesampingkan urusan untuk berkumpul. Berpacu waktu untuk segera lulus dari kampus nya! ketika sudah lulus apa yang terjadi? kita semua akan bekerja tentunya. Kemudian, dimana jatah kita,hak kita,atau hak saya yang menginginkan untuk berkumpul bersama-sama dengan kalian semua seperti disandera/dipasung?bukan main sulitnya. 

Beri saya sebuah hadiah sederhana dari kalian sebagai oase di tengah kejenuhan dan kegalau-an saya yang sedang skripsi atau hadiah bagi saya setelah menyelesaikan skripsi. Mengkoleksi suka cita,kekonyolan menggelitik,keautisan, dan senyuman lepas yang tulus dari kalian semua untuk saya untuk kemudian didokumentasikan di otak kiri menjadi "unforgetable experience". Pertanyaan nya adalah, apakah kawan-kawan semua ingin mewujudkan ini? Kawan saya ingatkan sekali lagi, ini bukan sekedar sebuah wacana, tapi keharusan dan juga bukan paksaan. Dari saya, pecandu "tarso" dan semuanya 3IPA4. 

Thursday, March 15, 2012

Pembacaan

Berlarilah tanpa lelah.. sampai engkau meraihnya. Sepotong lirik laskar pelangi yang dibawakan oleh Nidji.

Ya. Masuk dengan mimpi yang sama. Mimpi besar dengan harapan bisa terwujud. Terasa sulit. Tapi bukan seperti barang yang terlarang keberadaannya. Sudah hampir satu dekade, tidak mencapai masa keemasan di tahun 1998-2000. Generasi yang berbeda, zaman yang berbeda pula, permasalahan yang berbeda pula,cara menyelesaikan nya pun juga berbeda.

Lalu letak ketidakbisaan nya dimana? Seperti ejakulasi dini. Tidak klimaks.

Melakukan penetrasi saja tidak bisa dengan baik, apalagi orgasme. Khayal. Apakah penjabaranku vulgar? Akalku masih sehat kok.

Ada rasa kepuasaan, ada juga kegagalan. Tergantung dari mana menilainya.
Kerumitan yang kompleks, tapi aku begitu berharga menjadi bagian didalamnya. Aku menjadi manusia yang terlatih. Menjadi manusia yang berkembang. Tapi tidak cumlaude.

Wadah tempat untuk belajar, melatih insting(kepekaan) dan memilikit tanggungjawab yang besar. Namun itu semua tidak disediakan dengan paket belajar yang kita diinginkan.

Ini fakta. Bukan klise.

Tak ada yang lebih tahu. Hanya orang yang lebih dulu masuk. Bisa aja orang yang lebih dulu masuk, tidak lebih tahu dari anda. Lalu?

Sebagai teman belajar. Berbagi bareng. Seperti orang yang kelaparan, yang terpenting bagaimana caranya adalah bisa kenyang bareng. Itu contoh.

Bagaimana dengan keadaan suratkabar kita? Sudah meningkatkah jumlah pembaca nya? Ini teramat penting sebagai penghargaan. Tak perlu prestasi juara 1,2 atau 3.

Jika kita sebagai pemain. Ingat jangan bermain di dalam kandang terus. Seputar kampus yang dunia nya sempit. Wajar saja insting kita tipis lama-kelamaan. Tapi tidak begitu juga. Dunia pers yang begitu luas. Juga bukan mengabaikan kehidupan sehari-hari kita di kampus.

Orang selalu berpikir berita hebat adalah berita besar. Tidak juga! Padahal banyak perubahan besar yang bisa ditemukan dari hal-hal kecil. Radikal adalah jawaban nya. Radikal adalah media bermain yang luar biasa. Asal aktor didalam nya bisa mengendalikan dan membuat bisa. Ya,kalian sendiri.

Bukan dibungkam lalu diam. Tapi bekerja melawan. Karena dia oRA weDI diceKAL.

Surat Perasaan

Aku merindu. Mengutarakan yang sesungguhnya. Mengenali perasaan tanpa imbalan. -GRP-

Tak perlu keterampilan yang tinggi. Begitu intim tapi bukan juga gampangan. Begitulah 'Rindu'. -GRP-
 

Wednesday, March 14, 2012

Populer

Jeans, begitu kuat dalam mengekspresikan identitas. Merk yang bermain. Seperti jubah raja, dimana disitu ada makna kelas sosial. Ini merupakan nilai penting bagi anak muda. Sebagian anak muda lebih tepatnya. Dilihat-lihat kelompok sebagian ini makin luas, hampir beberapa kelas sosial pun menuju merk yang populer demi menyandang identitas. 
Petersaysdenim misalnya, tentu saja pabrikan jeans asal Indonesia ini cukup tenar di khalayak umum. Kekayaan semiotik dari nama,lambang dan produk nya mampu menarik banyak peminat awam. Serentak dan begitu fashionable.
Dimulai bermain di rumput Amerika. Sesuatu apapun bila sudah tenar di Amerika, akan tenar diseluruh dunia. Begitulah kecanggihannya. Menaruh perhatian penting dalam mengkonstruksi makna diri,identitas sosial dan hubungan sosial. 


Jeans dikaruniai ideologi. Produsen juga tidak bermaksud mempromosikan ideologi tersebut. Tapi ini merupakan cara ampuh untuk bertindak dan mendemonstrasikan produk nya. Menguntungkan. Masyarakat begitu loyal jika sudah begini, mengenal merk yang sudah terkenal.
Tak peduli finansial, yang penting puas.

Raisa

Raisa adalah fenomena. Penyanyi Indonesia kelahiran 1990 ini membuat hampir banyak orang memperbincangkan nya. Raisa Andriana, memiliki pita suara yang luar biasa juga penampilan,pembawaan nya yang sederhana menjadikannya luar biasa. Bukan cuma cantik, musik Raisa begitu menang. 


Foto by @Benakribo


Legipait

Jari-jari nya begitu lentur menari bersama tuts-tuts electric piano. Menangkap kehangatan kota diantara rintik hujan. Basah. Mendiamkan juga memecah keheningan dan  kebekuan suasana. Gadis itu memainkan lagu possibility di akhir pertunjukkan nya.

Rumah  ini begitu ramah. Arsitektur yang menujukkan wajahnya sudah berumur tua dan isi propertinya. Tetap terjaga, utuh seperti asli nya. Penampilan nya yang tetap bisa bertahan dalam zaman metropolis yang terus mengamplas budaya.

Senin adalah waktunya ‘live music’ dan rabu adalah ‘telling story’ dan kamis ada ‘garage sale’. Lalu hari lainnya ada apa?

Mengobrol sambil menikmati kopi racikan khas nya. Itulah aktivitas hari-hari lainnya. Sebuah obrolan kehidupan yang manis. Interaksi bertemu dengan orang baru merupakan sesuatu yang manis. Dan kopi adalah penyeimbang sebagai pahit. Sehingga kopi itu tidak terasa pahit jika ada sebuah obrolan/aktivitas. Legi dan juga pait. Dalam  bahasa jawa. Manis pahit atau mungkin pahitmanis.

Kesatuan yang komplit. Music, stories, coffee. It's all in Legipait. Hmm..
Bayangkan saja. Ini berbeda dari yang pernah ada.


Menyeruput kopi seperti dirumah sendiri, pengunjung lainnya ibarat teman-teman anda sendiri yang datang pesta dirumah anda. Penuh kebersamaan. Romantis.

Rumah klasik
Gaya tua semangat muda
Menemukan sesuatu yang engga pernah kalian temukan sebelumnya
Keceriaan manis tanpa pahit.
Begitulah aku mengartikan ‘Legipait’.

Kini

Jika awalnya, "techne" bagian dari usaha untuk memahami dunia, kini tampaknya teknologi menjadi bagian dari usaha mengaburkan dunia. 

Mempermudah..
Menarik sekali untuk disetubuhi..Daya tarik nya besar sekali.

Terlena..
Urusan manusia yang pokok bahkan terlewatkan.
Jangankan itu, urusan pribadi pun untuk bersama jadi terbengkalai.Sungguh, teknologi magnet terbesar saat ini.
Berpenampilan secepat perkembangan teknologi.
Semuanya harus serba cepat. Setia pada teknologi.
Tak terhindarkan. Tapi saya tak mau terbelakang.
Apakah saya telah dikuasai teknologi?