Tuesday, February 8, 2011

WHEN YOU LOVE SOMEONE

I love you but it's not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever
But you're still in my dream
And I can't stand to wait 'till nite is coming to my life
But I still have a time to break a silence

When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true…

I used to hide and watch you from a distance and i knew you realized
I was looking for a time to get closer at least to say…

Tuesday, February 1, 2011

Merokok MATI, gak Merokok juga MATI

Masih inget gak fatwa MUI yang mengharamkan “rokok” ??

Well, kali ini gue mau ngebahas soal “rokok”.

Yep, kisah TULISANRUSAK tentang rokok ini dimulai ketika gue berkunjung ke Universitas Bina Nusantara di RawaBelong Jakarta Barat.  Apaan git?…berkunjung? Padahal mah bukan berkunjung gue nya,guys. Tapi nemenin temen gue ke kampus cz dia mau ngumpulin tugas kuliahnya. Udah gitu gue pake celana pendek gitu juga ke Binus nya. hadeeehh…

Otomatis gue juga ga bisa dong masuk ke dalem kampus nya? *yaiyalaahh…muke gile lo ke dalem kampus pake hotpants udah gitu pake sendal jepit buluk,pliiissss deh,git… J
hahahaha…

Sembari nungguin temen gue ngumpulin tugas kuliahnya gue, dengan pede nya nunggu di depan gerbang di sepanjang jalan Binus dimana banyak kantin yang berserakan.. dan disitulah gue melakukan kebiasaan yang sebagaimana biasanya dilakukan oleh kebanyakan anak muda yaitu “merokok”.

Merokok di Jakarta beda rasanya loh sama dengan di Malang? soalnya kenapa,mau tahu? Harga rokok gudang garam filter, merupakan rokok favorit gue juga,ternyata harga per-batang nya di jakarta seribu rupiah (Rp.1000,- /batang) .anjiiirrrr…gila gak sih. Segen juga gue pengen foya-foya ngerokok kalo beli nya dengan cara ngecer (alias ga bungkusan beli nya),sekali makan disini (jakarta) aja bisa sepuluh ribu rupiah.fiuuhh…
Nah, ditengah asiknya dapet kebulan asep kendaraan, dengan pede nya gue juga mengebulkan asap rokok bau naga gue dan sekitarnya.hahahaha..
stop..stop bercanda nya aahh!

Okey, pembaca setia TULISANRUSAK, pas gue lagi ngerokok gue ga sengaja mata gue mendeteksi banner yang diduga membawa banyak pertanyaan dan ide cemerlang sekaligus perenungan buat gue sendiri…(halah J ,hehehe) maksudnya bisa jadi bahan TULISANRUSAK blog gue,hehehe.
Ini dia gambarnya,gan J . pake Blackberry loh ini foto nya,tapi Blackberry temen gue.hhehe. 


Banner berukuran (gak tau deh lo ukur sendiri ukurannya kira-kira berapa) cukup besar, merupakan suatu rambu yang menandakan kawasan di dalam kampus Binus merupakan “kawasan dilarang merokok”.
Nah gue jadi teringat dengan kampus gue sendiri yaitu Universitas Brawijaya yang sekarang menduduki peringkat ke sepuluh daftar rangking universitas di Indonesia. (halah,padahal kalah sama Universitas Negeri Malang yang menduduki peringkat enam)hiks..hiks.

#Kalau engga salah berarti benar, gue pernah ngebaca banner bertuliskan universitas brawijaya bebas asap rokok 2012.(maaf gak bisa menampilkan foto banner nya,karena hape gue N-Gage).  Dan ini juga membuat gue (perokok) menjadi H2C à harap-harap cemas. Karena kenapa? Bisa-bisa gue dan perokok lainnya yang tergabung dalam komunitas perokok almamater biru universitas brawijaya yang disingkat menjadi PABUB. <-- gue mengistilahkannya sih begitu,biar keren aja gitu.

Merokok menjadi tren kegiatan sosial yang dilakukan oleh masyarakat dari berbagai umur dan jenis. Mau muda atau tua,begitupun juga pria dan wanita. Karena merokok diyakini sebagai suatu kegiatan yang bisa memberikan rasa rileks dan santai pada fisik kita sendiri,menemani diri dikala sepi, bisa membuat tenang dan pikiran bisa lancar. Apalagi nih kalau banyak masalah/pikiran, seperti kenyataannya yang paling keren adalah merokok itu untuk gaya hidup, sehingga banyak yang kecanduan rokok gara-gara hal itu. Bener gak? Iya men, kalo ga ngerokok gak gaoel loe J

Berbicara soal rokok, dan larangan merokok. Sebenarnya dari pemerintah pun juga sudah ditegaskan melalui Pergub dan Perda di masing-masing daerah. Begitupun juga dari produsen rokok juga sudah menghimbau melalui peringatan singkat di label bungkus rokok dengan berbagai merk. Tapi kenapa masih aja “Merokok”?

Mau tau gak kalo Indonesia itu merupakan peringkat lima besar pengkonsumsi rokok paling banyak di dunia. Wooo…*lagi-lagi Indonesia menorehkan prestasi deh J hemmmmss
Sesuai dengan kalimat pertama saya dalam tulisan ini, yaitu “masih inget gak soal fatwa MUI yang mengharamkan rokok” ?? hal ini menjadi kontroversi disana-sini,layaknya kasus ariel peterporn,hehehe..


Sebuah dilema bagi Pemerintah (karena perusahaan rokok itu menyerap jumlah tenaga kerja banyak,memberikan devisa negara,serta perusahaan rokok juga banyak yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa dan untuk kegiatan sosial yang bermanfaat buat masyarakat contohnya seperti sponsorship >> Gudang Garam di Kediri, Bentoel di Malang).  Selanjutnya rokok juga menjadi sebuah kekuatan dalam praktik pemilwa di fakultas yaitu rokok politik. Dan ketika rokok diharamkan otomatis menjadi sebuah kesedihan tak berujung bagi perokok, pada khususnya PABUB (perokok almamater biru universitas brawijaya).hahaha J

Membaca http://prasetya.ub.ac.id/berita.php/id/detail/2165 gue cuma bisa menarik kesimpulan melalui penelitian Prof. Sutiman beserta tim nya bahwa asap rokok yang telah "dijinakkan" tersebut memberikan dampak positif bagi kesehatan karena asap rokok yang telah dijinakkan juga dapat menyehatkan dan berpotensi membangun kesehatan tubuh". Nah loh,heran gak sih? Gue aja bingung.

Menyikapi hasil dari penelitian Prof Sutiman, tentunya keputusan MUI yang menyatakan rokok itu adalah haram harus dikaji ulang kembali. Karena tentu terkesan gegabah dalam melahirkan fatwa. Kadang yee, MUI tuh mbok dipikir panjang lah kalo buat keputusan, makin jengkel aja gue sama ormas islam di Indonesia yang doyan ribut apalagi yang berkeliaran di kampus dengan jubah ninja dan celana cingkrang nya! mau macul apa kebanjiran dah ente?ckckck..

Rokok menjadi benda yang tak pernah absen bahkan wajib dalam aktivitas mahasiswa (penikmat rokok) pada umumnya seperti diskusi nya apalagi ditemani dengan kopi hitam. Kalau kata anak persma , “kalau gak ngerokok gak bisa berlogika”. Kemudian, bagaimana kalau benar, universitas brawijaya akan bebas asap rokok 2012 ?wah masa iya sih kita (perokok) beralih ke rokok elektrik tanpa asap?  Sepertinya, gerakan bebas asap rokok 2012 nanti sudah dimulai di fakultas kedokteran UB dan bisa dibaca selengkapnya  pada tulisan saya sebelumnya yaitu http://tulisanrusakblokg.blogspot.com/2010/07/sk-bebas-rokok-kurang-efektif.html



Dan kita juga sudah mengetahui sebelumnya bahwa hukum rokok itu makruh, buat apa MUI mengeluarkan fatwa haram tentang rokok yang jelas-jelas makruh. Bagi perokok… silakan 

Bagi MUI, ya silakan layani umat. Jangan bisanya cuma ngelarang,ngeharamin aja, tapi kebijaksanaan nya dong? seperti prostitusi yang dilokalisasikan dan belum jadi haram, dan parahnya lagi model kaya minuman keras (beralkohol) aja masih beredar luas dan mudahnya kita dapat di Indomaret,Alfamart,Circle K, dan 7 Eleven. Iya gak? Yang jelas itu merusak moral, dan pertanyaan gue emang nya ada diskusi sambil minum alkohol terus mabuk?ga ada kan.., ironisnya ternyata hal tersebut  belum (di)haram(kan) di negara kita tapi udah diharamkan Al-Quran. Tapi yang tidak haram di Al-Quran,dibikin haram sama MUI.Hemmmmsss….ckckck

Udahlah, biarkan mereka hidup dengan ruang nya masing-masing. pemabuk ya dengan alkoholnya, pelacur ya dengan pekerjaan lelaki hidung belang, perokok yang dengan cita rasa asap rokok dari tembakau nya. (maaf) MUI kenapa dikit-dikit mesti diharamin sih? manusia hidup dengan berbagai pilihan bebasnya. Manusia adalah arsiteknya diri sendiri. walaupun pada akhirnya memang banyak mudharat nya, kan kita sendiri yang nantinya akan meninggalkannya sendiri,kecuali lewat fatwa.

Selanjutnya, bagaimana pendapat anda tentang hal ini? J

Oleh : Gita Rizky Prodipta

Monday, January 24, 2011

Tradisi "Menulis" adalah Pilar Utama Bagi Mahasiswa

Sudahkah anda MENULIS, pembaca setia TULISAN RUSAK??hhehehe..  
~menggunakan kata "gue" (lebih nyaman&asik aja)

Ngomong-ngomong soal menulis, mungkin yang terlintas dibenak kalian semua itu adalah kerjaan nya anak yang ikut di organisasi karya tulis maupun jurnalistik pada umumnya.

“Menulis”, itulah suatu hal yang lagi gue geluti sekarang ini. Artinya saya lagi banyak belajar soal menulis yang baik itu bagaimana. Berkaitan dengan menulis, pada tahun 2007 akhir gue bergabung di organisasi fakultas di bidang jurnalistik yaitu Lembaga Pers Mahasiswa DIANNS. Namun kegiatan menulis, baru gue lakukan pada pertengahan tahun 2008 akhir menjelang 2009. Wah cukup lama juga baru ada niat menulis..

Bagi gue, waktu itu kegiatan menulis adalah hal yang sulit dan ribet. Karena menulis itu ga mudah seperti yang gue bayangkan. Dan lambat laun, selama setahun gue tidak produktif di dalam lembaga tersebut, akhirnya hal itu menjadi sebuah kebutuhan bagi gue. Mengapa menjadi kebutuhan? Karena ketika gue sudah masuk dalam organisasi tersebut, dan organisasi yang bergerak di bidang tulis-menulis, Maka akan “malu” sekali apabila gue tidak bisa menulis.
Ya, gue malu pada diri gue sendiri karena pada waktu itu masih belum bisa menulis. Namun dengan dibekali rasa malu tersebut, gue bertekad untuk menulis. Sadaaapp .. !

Kegiatan yang dilakukan di organisasi saya bukanlah tulis-menulis Karya Tulis. Namun lebih pada menulis berita, artikel,dan lain-lain kecuali Karya Tulis. Masih ingat, pada tulisan pertama gue yaitu judul nya “Kaji Ulang UU BHP”. Dimana pada saat itu Eksekutif Mahasiswa mengelilingi kompleks universitas dan melakukan orasi di tiap-tiap fakultas oleh Presiden BEM  masing-masing fakultas. Dan ketika gue melakukan peliputan tersebut dan wawancara dengan beberapa narasumber. Segera saya mengolah data wawancara tersebut menjadi sebuah tulisan. Dilakukan dengan sendiri,dalam sehari dan sudah melewati pintu editor keredaksian. Akhirnya tulisan gue pun jadi dan di publikasikan di Mading Radikal DIANNS.

Dari tulisan pertama itulah, muncul dorongan kuat untuk menghasilkan tulisan lagi. Karena gue sering baca koran Kompas dan sebenarnya koran favorit gue (apalagi rubrik OPINI). Hasrat pengen nulis terus ada dan semakin kuat, dan Kompas melahirkan newmedia yaitu “KompasKampus”. KompasKampus merupakan media saluran untuk mahasiswa. Siapa saja bisa mengirimkan opini nya. dan memang untuk di KompasKampus itu terbit tiap selasa seminggu satu kali aja.dan topiknya pun selalu diperbaharui sebelum terbit edisi berikutnya. Namun pada akhirnya, 3 kali gue ikut mengirimkan opini di KompasKampus pun tak pernah terpublikasikan juga. Hufff…*muka melas. Apalagi dengan motivasi dari Ainul Hayat pun juga sudah menggerakan budaya untuk menulis di media cetak. Karena bila ada mahasiswa yang menulis kemudian tulisannya masuk di media cetak akan mendapat reward. Catatan : jangan lupa traktiran sama temen sekitar nya yoo… J hehe.
Pasrah dengan tidak bisa dimuat di media cetak, blog dan kompasiana meruapakan pelampiasan paling ampuh buat nge-wadahin tulisan-tulisan gue. Hahaha…

Untuk menulis itu hal tersulit nya adalah “Memulai”nya. terkadang di otak pikiran kita memang segudang pemikiran yang terangkai kata-kata. Lebih mudah mengeluarkan kata-kata tersebut melalui lisan, dan terasa sulit mengeluarkannya pada sebuah tulisan. Yaps..benar itu. Apalagi pada orang yang masih awam dalam hal menulis..tentu akan bingung (saya mau menulis apa ya?). tapi kalo awalnya udah bisa terangkai semua, kemudian kalimat selanjutnya akan ngalir dengan sendirinya deh.. terbukti, gue udah pernah koq,ckkckck…

Nah ini dia yang harus terus dipupuk -à Menulis itu sebenarnya bisa menjadi hal yang mudah apabila kalian banyak membaca. Kata pakar Penulis Kompasiana, menulis itu gampang lho asal banyak membaca. Nah, pertanyaannya sekarang adalah, apakah kalian sudah membaca hari ini? Berapa artikel yang sudah kalian baca hari ini apakah itu koran cetak, e-news dimana sekarang zamannya serba internet. Dikit-dikit online facebook,twitter,dan lain-lain.hehehe…

Persepsi-persepsi yang berkembang, bahwa “menulis itu sulit”. Mending kalimat suram itu di delete aja. Tidak ada persyaratan untuk orang bisa menulis itu harus ikut ini atau itu. Karena menulis itu adalah kebiasaan sehari-hari kita. Seperti saat kita kuliah,nah kita menulis juga kan di buku catatan.
Menulis adalah sebuah kreativitas. Bagi gue menulis itu adalah kegiatan yang dilakukan oleh kaum intelektual. Karena ketika mereka menulis, tentu dan tidak mungkin mereka akan menyebarluaskan sesuatu yang positif. Berupa pemikiran dari tiap orang, atau sekedar kisah hidup yang bisa dibagikan kepada banyak orang yang sifatnya memotivasi/menginspirasi.

Menulis itu keren, apalagi loe bisa jadi penulis Novel atau Buku. (Aduhai…impian banget deh,ya allah) Namun menjadi penulis itu juga ga gampang. Perlu perjuangan dan terlatih banget. Gue juga ga ngerti apakah tulisan gue sendiri itu bisa diterima pembaca dan sangat memberikan sesuatu yang manfaat atau sekedar hiburan ecek..ecek gitu deh..  yang kemudian saya tuang di blog gue TULISAN RUSAK. Wallahualam…
“Membaca dan menulis harus dijadikan tradisi keilmuan bagi mahasiswa. Tradisi mendengar/membaca, tradisi berfikir, dan tradisi menulis adalah pilar utama bagi mahasiswa cerdas.” Kurang lebih itulah wejangan seorang dosen salahsatunya adalah Ainul Hayat (selaku staf Pembantu Dekan III). Tapi bukan tradisi menulis/membuat makalah copy paste lho yaa .. J

Selain itu akan lebih mengasyikkan lagi dengan mengikuti kegiatan organisasi yang ada di UB, seperti diskusi pada khususnya. Ikuti aja.. diskusi yang ada di FIA seperti : LPM DIANNS, Humanistik dengan “P-Man” nya, RSC, Kajian Forkim, dan FLS (Forum Lungguh Silo). Walaupun emang kegiatan tersebut emang sepi peminatnya, dan terasa membosankan, dan tindak lanjut nya kadang ada kadang enggak. Bagaimanapun juga kegiatan tersebut merupakan sebuah awal dari GERAKAN ANTI KEBODOHAN!!. Dan hasil dari kita mengikuti diskusi tersebut, kita coba deh dituangin lewat tulisan. Minimal semacam di artikel kan atau di diary (catatan harian) pribadi dalam kehidupan sehari-hari loe pada.


Sejauh ini, gue selalu mencoba produktif untuk menulis walaupun masih lambat lari-nya. tapi dari menulis banyak kesan yang gue dapet dari menulis entah itu kepublish tulisannya,winner lomba artikel.   menulislah dan loe coba rekam kehidupan dan guncang dunia dengan tulisan-tulisan loe. Seru aja rasanya… dan buktikan deh apa yang terjadi pada diri loe. 

Oleh : Gita Rizky Prodipta

Tuesday, January 18, 2011

Lagu Jayus untuk Gayus dan Fulus

Lagu ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan”


11 Maret
Diriku masuk penjara
Awal ku menjalani
Proses masa tahanan

Hidup di penjara
Sangat berat kurasakan
Badanku kurus
Karena beban pikiran

Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa
Tak bisa berbuat banyak
Seperti para koruptor

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Selanjutnya….Tarraaaaaaaangggggg..!!

Wow... kalo gue jadi juri di “Pengamen IndieFest”kemudian skala 10-100, gue akan ngasih nilai 100 buat pencipta sekaligus penyanyi dari lagu diatas. Dan otomatis jadi skor mutlak untuk menang..hhehehe
Hemmsss.. bukan karena apanya juga yeee? Tapi emang dari segi kualitas musik dan konten isi lirik lagunya nendangbanget…sipplah.

Well, pencipta lagu “Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” ini bernama Om Bona Paputungan. Beliau asal Gorontalo. Dan perlu diketahui loh, pria berkulit rada hitam ini mantan napi juga yang baru bebas. Makanya di bait awal lirik lagunya menjelaskan dia pernah masuk penjara. Dan ini merupakan pengalaman sesungguhnya.. a.k.a true story.

Menurut Djohan (2003 : 7-8), bahwa musik merupakan perilaku sosial yang kompleks dan universal yang didalamnya memuat sebuah ungkapan pikiran manusia, gagasan, dan ide-ide dari otak yang mengandung sebuah sinyal pesan yang signifikan. Pesan atau ide yang disampaikan melalui musik atau lagu biasanya memiliki keterkaitan dengan konteks historis. Muatan lagu tidak hanya sebuah gagasan untuk menghibur, tetapi memiliki pesan-pesan moral atau idealisme dan sekaligus memiliki kekuatan ekonomis. T.E.P.A.T dengan latarbelakang lagu tersebut dilahirkan untuk apa?hemmmmsss..

Lagu juga bagian dari seni loh, seni yang memiliki konteks untuk menginventariskan kejadian-kejadian yang dewasa ini tengah terjadi.
Nah langsung contohnya aja à  lagu ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan”.  Lagu dari sekian banyaknya lagu bersejarah dan berpengaruh yang pernah ada di Indonesia.
Judul lagu tersebut menyindir perlakuan hukum terhadap terdakwa mafia pajak gayus tambunan yang sampai saat ini sangat menyita perhatian publik gara-gara orang kerdil ini yang begitu hebatnya bisa holiday ke Bali dan luar negeri dengan menggunakan paspor palsu, padahal semestinya mendekam dalam penjara, kan??.

Lagu karya Om Bona ini begitu laris terdengar di telinga kita melalui televisi. Setiap salah satu media elektronik yang memberitakan soal kasus Gayus Tambunan pasti ada tayangan video klip ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” tersebut.

Yuukk..mengulas  sebagian dari lirik lagu ”Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” yaitu,


Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa Tak bisa berbuat banyak Seperti para koruptor


Menurut gue bahwa, seorang gayus dengan gelarnya yaitu KORUPTOR bisa melakukan apa saja sesuai kehendaknya(ahh ini mah udah basi,git).  emang sih kebanyakan koruptor tuh ingin mendapat perlakukan yang berbeda (istimewa) dan hal ini diamini pula oleh aparat penegak hukum kita, gila gak sih??damn!!. Masih ingat dengan kasus arthalita? Ruangan penjara khusus serba terfasilitasi dengan lengkap. Dan bagaimana dengan napi yang notabene-nya orang lemah a.k.a biasa-biasa aja? ~mereka hidup diruangan yang serba terbatas dan sempit. Belum lagi juga harus menghadapi tekanan dari sesama napi lain di dalam satu ruangan.
Tapi HAMK (Hak Asasi Manusia Koruptor) lebih diperhatikan daripada hati nurani dirinya sendiri sebagai penegak hukum bahwa "lo sebagai aparat penegak hukum jangan mau dijadikan komoditi subur bagi para napi koruptor yang bergelimang harta!!" persetan lah aparat penegak hukum adalah orang yang nomor satu urusan MORAL dan gembar-gembor ngomong KEADILAN. cuiihhh! Sekali lirik, lobby dikit, yang penting asyik, langsung dah lupa sama jeritan rakyat.  
Kemudian diperjelas lagi opini diatas dengan  lirik sebagai berikut,


Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli

Dan apa? Ternyata hukum kita bisa dibeli L miris sekali mendengarnya.
Sangking lucunya..ada-ada saja plesetan yang dibuat oleh para kreator sotosop kaskuser terhadap foto gayus tambunan dan tokoh-tokoh lainnya yang menjadi pemberitaan publik. (pemberitaan yang negatif aja loh) . dan kalian semua pengguna jejaring sosial seperti kaskus,facebook,twitter juga udah pada ngerti gambar-gambar plesetan-nya yang kayak gimana aja.

Hukum masih bisa dibeli?ooou..tidak bisaaa. Bisaa ko, coba aja di indonesia. Ga percaya? MURTAD loe ! hahaha
*iklan

“no problem”. Dengan modal duit segepok akang Gayus bisa lenggang kangkung keluar masuk jeruji besi,beton,marmer,hutan,dan lain-lain lah pokoknya. Dan perlu diketahui untuk bisa keluar penjara aja, setidaknya akang Gayus harus mengeluarkan uang sebesar Rp.50 juta sampai Rp. 60 juta per bulan Man…!! ditambah lima hingga enam juta rupiah untuk penjaga rumah tahanan. Daaaann… menurut harianberita.com  total uang yang sudah dikeluarkan Gayus sejak Juli 2010 sekitar Rp. 368 juta untuk menyuap Kepala Tahanan Mako Brimob Komisaris Polisi Iwan. Setiap keluar tahanan Gayus pun mengeluarkan satu hingga Rp. 1,5 juta.
Sebelumnya dalam mega skandal mafia pajak yang kini masih berproses hot-hot-nya, Gayus juga telah menggelontorkan uangnya hingga Rp. 20 miliar untuk polisi, jaksa, hakim, dan pengacara. Rata-rata mereka mendapat lima miliar rupiah. Wew…bayangin uang segitu banyaknya??*ngiler..cessss
Uang miliaran milik rakyat akan habis dimakan oleh koruptor-koruptor dalam pajak ini, dibanding mafia hukum dan mafia pajak.

Dan Gayus benar-benar bagai jadi ATM berjalan bagi penegak hukum(anjirrrr..!!). Inilah sebuah ironi di negeri ini bahwa uang bisa membeli segalanya.
Semua bisa dibeli dengan uang Bung!! Yoiiksss… :D

Lagu Andai Aku Jadi Gayus Tambunan, akan menjadi saksi sejarah dari lahirnya mega kasus mafia pajak yang begitu memilukan dari sekian pilu-nya bencana di Indonesia. Yang  nantinya bakal terus terekam di memori kita.
Kritikan dari lagu tersebut juga merupakan sebagai reaksi gambaran terhadap lemahnya kondisi  penegakan hukum di Indonesia saat ini. Hemmmss..dan lantunan lagu Om Bona ini terus berdengung di televisi dan sangat menghibur bagi kita semua, entah itu karena kelucuan dari visualisasi video klip nya atau kocokan petikan gitar nya tersebut yang begitu ramah untuk dicerna.  Kalo bisa sih dijadiin RBT atau nada dering panggilan kayaknya seru dan okeh beudddss... bahkan lagunya pun juga sudah sering diputar diradio dan ada juga yang sudah mulai di mix.



satu lagi deh.. alangkah indahnya negeri ini bila SELURUH PENGAMEN DI INDONESIA kalo ngamen pada bawain lagu ini... dan lagu-lagu lainnya yang mengandung sentilan kritik pada kondisi sosial/peristiwa yang sering terjadi di negeri ini. jadi ga melulu pengamen itu nyanyiin lagu Pop yang jadi tophits di sebuah acara musik pagi. hemsssss...
tapi nyanyian hanyalah nyanyian..lagu berasal dari beberapa kalimat bermakna. dan itu hanya format kata-kata dan hanya sebuah kata-kata saja. (apaan sih maksudnya &^%$%^##).


STOP!!berceloteng-teng... ayo dong penutupnya ahh.


Semoga dari adanya lagu yang jayus (kocak) dan mengandung kritik pedas,lugas ini, bisa membawa  perubahan sosial dalam masyarakat (khusunya Pemuda-pemudi) yang lebih baik untuk bisa lebih sadar pentingya sebuah penegakan "hukum" demi kebaikan kebenaran dan keadilan bersama di Indonesia.

Oleh : Gita Rizky Prodipta

Tuesday, November 30, 2010

DEADLINE..OH..DEADLINE

- DEADLINE MENGURAS OTAK , MENGURAS JATAH TIDUR, MENGURAS TENAGA, MENGURAS ISI DOMPET, MENGURAS ISI ROKOK, MENGURAS BERJERSOS -

Tuesday, November 23, 2010

Dan Ternyata MASOCHIST

Kata ini sangat asing terdengar di telinga saya, bahkan saya juga tidak tahu artinya juga (yaiyalah, namanya aja juga asing gimane mau ngerti artinya apaan,git! :D hehehe ).

"MASOCHIST"
well, untuk posting kali ini saya ingin membahas tentang "MASOCHIST".

Awal mula saya mendengar kata ini adalah dari teman seorganisasi saya yaitu Triana . dia juga blogger dan cukup aktif.

okey, kembali ke kursi lagi..kita ngebahas apa sih itu "Masochist" ??

Karena saking penasarannya tentang arti dari "Masochist",saya berniat mencari tahu untuk mengetahui arti dari "Masochist". Menurut salah satu sumber yang saya dapat Masochist adalah seseorang yang memperoleh kepuasan seksual bila disiksa baik secara emosional maupun fisik oleh orang lain atau dirinya sendiri. Namun dalam hal ini, bisa juga ditujukan kepada orang yang suka menyiksa dirinya sendiri.

agar lebih mudah dimengerti, ada beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari yang tergolong dalam MASOCHIST. Ada dua hal kebiasaan yang begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari namun bisa jadi dikategorikan sebagai masochist, yaitu:

1. Kopi
Banyak orang mengkonsumsi kafein, pasti dikarenakan berbagai macam hal, mulai dari mengatasi rasa kantuk, menenangkan pikiran, membantu kita agar lebih bisa konsentrasi atau bisa dikarenakan "kebiasaan" semata. I mean coffee doesn't work anymore! but we still can't deny to have a cup!. Balik ke pribahasa "bisa karena biasa", kebiasaan itu menimbulkan perasaan kurang/hilang/addict jika kita lewatkan. Pribadi, gue sudah tidak bisa merasakan efek positif dari kafein, bagi saya kafein hanya memuaskan indra pengecap saja, dan efek negatifnya (maag dll) bukanlah penghalang. Sound silly rite? tapi disinilah arti masokisme yang saya maksud - menyukai hal yang membuat sakit!

2. Rokok
Gue perokok, bahkan bisa dibilang perokok berat! kemudian hampir semua orang dibelahan bumi manapun pasti mengerti dan paham mengenai efek dari nikotin. Tapi bisnis tembakau m asih berkilau, spot spot iklan pun mendapat posisi yang cukup tinggi & mahal. Bahkan rokok menjadi simbolisasi tertentu oleh banyak orang. Kalau ditanya apa alasannya gue juga tidak tahu, yang jelas ke-negatif-an sudah berhasil membuat kita  nyaman, dan kenyamanan jelas jelas membuat kita buta dan terbelenggu. Seburuk buruknya dampak yang diberikan tetap saja perokok rela membakar sebagian penghasilan mereka hanya untuk menikmati "kepulan asap"!


#Masochist



Monday, November 15, 2010

Celana Pendek, katanya sih tak ber-Etika?

Wew..menggelitik banget, cuma bisa tertawa kecil.

dan sempet kaget, serta HERAN juga.

sebelumnya saya ingin menunjukkan gambar foto dulu, pertanyaannya apakah anda kenal dengan orang dibawah ini? saya yakin anda pasti mengenalnya, orang yang berperawakan sangat simple dan gak ribet ini .


yaaa.. beliau adalah "Bob Sadino" yang akrab dipanggil Om bob. seorang pengusaha sukses asal Indonesia. dan dalam banyak kesempatan mengisi acara, Om bob pun juga sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek dan itu yang menjadi ciri khasnya dikenal banyak orang.

intermesso selesai..hhahaha.


singkat cerita.
nah, setelah DIANNS mengisi krima fia dimana salah satu personil LPM DIANNS ada yang memakai celana pendek dalam DJ krima fia (yang sangat formal) terjadi peristiwa seperti ini.


Ket : 
MB : Mahasiswa Baru 2010
D : DISMA (Panitia krima fia)
DJ : Diklat Jurnalistik
PANJI : Humaidy Sholeh

#PART 1
diakhir acara KRIMA FIA UB, pada forum evaluasi dimana "D" menegur "MB" (yang berjumlah ratusan) di dalam ruangan. dan di dalam ruangan tersebut hanya ada "MB" dan "D".(menurut info yang ane dapet sih gitu)


"Kalian tahu pemateri tadi yang memakai celana pendek?" MB menjawab, iya tahu. 
"Kalian paham etika kan? MB menjawab, Paham.
"Terus kenapa kalian diam saja?masa dari sekian ratus orang disini tidak ada yang berani untuk menegurnya? *MB hanya diam saja.


Ane pun berbicara,

loh..loh?maksudnyeeee?
etika apaan sih? terus apa alasannya MB harus menegur? 
apa yang salah dengan orang yang mengenakan "celana pendek" ?


SEDIKIT DARI SAYA BERPENDAPAT *
wew..tegas sekali ya pernyataan diatas. sampai-sampai saya merinding juga mendengarnya deh.hmm..
baik, saya akan menceritakannya berdasarkan informasi yang saya ketahui.

Kalimat pertanyaan dan pernyataan yang saya tebal hitamkan tersebut, itu ditengarai karena dalam suatu acara KRIMA FIA rekan saya yang  berinisial "Panji", demikian saya menyebutnya. Si Panji menggunakan celana pendek sendiri, dan berbeda dengan rekan-rekan lainnya. saya juga mengingatkan, bahwa si Panji itu bukan sebagai pemateri tapi moderator. Dan kegiatan DJ yang dilakukan dari kawan-kawan LPM DIANNS tersebut ternyata menyisakan sedikit masalah bagi pihak yang terkait. (mudah-mudahan masalahnya sedikit).

Ada apa dengan si "D" ?

Pada kesempatan acara tersebut dari pihak panitia dari divisi "D" mencoba mengkritisi hal tersebut dalam sebuah forum evaluasi.
*maaf saya tidak tahu-menahu isi forum evaluasi tersebut dengan jelas bagaimana didalamnya.
dan saya sendiri juga ingin beropini, boleh dong? *pak RT aja ga ngelarang..apalagi Mr.Twitter,hahaha.


Dalam sesi forum evaluasi tersebut, "D" tetap selalu menekankan apa itu etika kepada MB sejak awal OSPEK hingga KRIMA berlangsung.  
Berdasarkan pengamatan yang saya ketahui adalah, kawan-kawan MB diajarkan untuk belajar disiplin waktu, berpakaian yang rapih (menggunakan almamater, nametag, kaoskaki, ikat pinggang,dll), menghargai dan menghormati (menyapa kepada panitia ospek apabila berpapasan) dan sebagainya lah.
  
"celana pendek" itu tidak pantas?? 
sedikit mengulas apa itu etika?etiket?dan estetika?
Menurut K. Bertens, Etika adalah niat, apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. 
Etiket adalah perilaku yang dianggap pas, cocok, sopan, dan terhormat dari seseorang yang bersifat pribadi. 
Etiket bersifat sangat relatif. Tidak sopan pada suatu kelompok masyarakat tertentu, bisa jadi tidak menjadi masalah pada kelompok masyarakat lain. 

nah, beberapa pengertian diatas cukup jelas artinya kan, dan kawan-kawan sudah bisa membedakannya.
yuk, mulai mengulas si "celana pendek"?
berhubung si celana pendek itu bagian dari berpakaian. mari kita pahami etiket berpakaian itu seperti apa?
Etiket berpakaian :
1. Menutup Aurat Bagian Tubuh

2. Sesuai Dengan Tujuan, Situasi dan Kondisi Lingkungan
3. Tampak Rapi, Bersih, Sehat, dan Ukurannya Pas
4. Tidak Mengganggu Orang Lain
5. Tidak Melanggar Hukum Negara dan Hukum Agama

saya pikir, dari lima point diatas tidak ada yang dilanggar. :D
kemudian dalam hal ini, etiket berhubungan juga dengan yang namanya Estetika. karena pada estetika ini menyangkut kepada manusia nya atas apa yang digunakannya(jenis pakaian,asesories,dll).
Estetika itu sendiri pengertiannya adalah suatu pandangan mengenai pantas atau tidak pantasnya sesuatu ditinjau dari sudut keindahan dan kegunaan.
pantas menurut si pengguna, dan tidak pantas bagi si "D". bagi audience (MB) bagaimana? sepertinya juga tidak mempermasalahkannya. simple kan?

dan saya pikir acara tersebut juga tidak begitu formal, karena dalam satu ruangan semuanya berstatus mahasiswa. selanjutnya mengapa si "D" mempermasalahkannya?
yang penting kan penampilan nya tidak mengganggu jalannya acara DJ krima fia. yang terpenting kan materi yang disampaikan toh?
cosus(contoh kasus) : bagaimana jika dirubah, orang tersebut rambut nya dicat berwarna namun menggunakan celana panjang?  atau rambut tidak diwanai, menggunakan celana panjang, tetapi menggunakan sendal jepit?


saya menilai hal ini si "D" sudah melampaui dan mencampuri hal pribadi orang lain/kelompok dalam berpenampilan.
urusannya apa? kalian mau mendisiplinkan,mengatur kami?
atau maksud dari forum evaluasi tersebut, kalian ingin mengajarkan kepada MB untuk mendisiplinkan kami? begitukah?
urgensinya itu apa sih sampai-sampai "penggunaan celana pendek" saja koq dipermasalahkan?
memangnya ada kode etik untuk pengisi acara?

batasan-batasannya apa?
terimakasih!